”MENJADI ORANG PERCAYA”: Renungan, Senin 15 April 2024

0
617

Hari Biasa Pekan III Paskah (P)

Kis. 6:8-15; Mzm. 119:23-24,26-27,29-30; Yoh. 6:22-29.

Saudara terkasih, pada dasarnya manusia tidak mudah untuk melepaskan diri dari keinginan duniawi. Manusia selalu mencari dan melakukan banyak hal untuk menemukan kepuasan jasmani semata. Ketika ia tidak menemukan hasil yang membuat raganya puas dari sebuah usaha, maka ia cenderung meninggalkan apa yang ia usahakan tersebut, lalu beralih ke usaha yang lain. Sebaliknya jika memperoleh hasil yang sangat memuaskan, usaha yang ia lakukan akan terus diulang-ulang sehingga ia senantiasa merasa puas. Demikian juga dalam hidup beragama. Iman manusia tak jarang bergantung pada kepuasan inderawi semata. Hanya orang-orang tertentu saja yang berusaha melihat sesuatu yang lain melampaui apa yang dirasakan secara fisik semata.

Hari ini bacaan Injil menunjukkan kepada kita bagaimana orang-orang mengikuti Yesus hanya karena menginginkan roti sebagai sebuah makanan jasmani yang membuat mereka kenyang secara fisik. Yesus menyadari hal tersebut dan menghendaki mereka untuk menjadi lebih beriman, dengan meneguhkan iman akan diriNya yang diutus Tuhan, yang dari padaNya manusia memperoleh makanan, yaitu makanan yang dapat bertahan sampai mereka masuk dalam kehidupan kekal.

Kita mengenal orang-orang yang telah berusaha menghidupi apa yang diajarkan oleh Yesus dalam bacaan injil tersebut. Salah satunya adalah sosok Stefanus yang dikisahkan dalam bacaan pertama. Tak hanya tidak mencari kepuasan jasmani saja, ia bahkan merelakan tubuh jasmaninya binasa oleh kekebalan hati manusia, oleh karena imannya akan Yesus. Ia tidak menyerah dengan kenyataan adanya orang-orang yang menolak Kristus yang mereka lihat dalam imannya.

Saudara terkasih, sebagai seorang Kristiani, kita diajak untuk berkaca pada sabda Tuhan. Kita harus mengerti bahwa kehidupan yang sesungguhnya bukan terletak pada apa yang indah menurut indera manusia, tetapi apa yang dikehendaki Tuhan untuk kita peroleh dan kita laksanakan. Kita mengimani Kristus, bukan semata-mata karena Ia menunjukkan kepada kita apa yang memuaskan dahaga dan mempercayakan hal tersebut kepada kita untuk kita peroleh. Tetapi lebih dalam daripada itu, kita yakin bahwa iman kita pada Kristus menjadi bekal bagi kita dalam perjalanan menuju kehidupan kekal.

Fr. Gerrardi Mandagie

“Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (Yoh 6:29).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah kami agar tidak terlena oleh hal-hal duniawi semata, tetapi berikanlah kelepasan dari keinginan duniawi dan bimbinglah kami menuju kehidupan kekal dalam Kristus. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini