“MENGENAL ALLAH”: Renungan, Sabtu 27 April 2024

0
840

Hari Biasa  Pekan IV Paskah (P)

Kis. 13: 44-52; Mzm. 98: 1, 2-3ab, 3cd-4; Yoh. 14: 7-14

“Tak kenal maka tak sayang” merupakan pepatah yang sering kita pakai dan dengarkan jika hendak memperkenalkan diri di hadapan banyak orang. Pepatah ini mengungkapakan bahwa sebelum kita menyayangi seseorang baiknya kita mengenalnya terlebih dahulu. Kemudian seringkali juga dalam pepatah tersebut dilanjutkan dengan suatu kalimat yang membuat kita tersenyum khususnya di wilayah Sulawesi Utara, yang berbunyi “kalo so kenal musti baku-baku sayang”. Kalimat ini hendak mengungkapkan kepada kita bahwa kalau kita sudah kenal maka kita harus saling berbagi rasa sayang dengan orang itu.

Bacaan yang kita dengarkan pada hari ini menceritakan tentang suatu kisah yang bertolak belakang dengan pepatah di atas. Bacaan pertama menceritakan tentang Paulus dan Barnabas mendapat penolakan dan diusir dari Pisidia di Antiokhia oleh orang-orang di kota itu karena iri hati. Rasa iri orang Yahudi itu muncul karena mereka melihat orang banyak  berkumpul untuk mendengarkan firman Allah yang disampaikan oleh Paulus dan Barnabas. Kisah ini menjadi menarik karena orang-orang yang tidak menerima Paulus dan Barnabas merupakan orang-orang sebangsa dengan mereka.

Orang-orang Yahudi yang menolak dan berbantah dengan Paulus dan Barnabas sebenarnya lebih mengenal firman Allah, sebab mereka hidup dengan tradisi yang ketat dan sering mendengarkan firman Allah. Akan tetapi, justru merekalah yang merasa iri hati dengan Paulus dan Barnabas. Sikap sebaliknya ditampilkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Mereka bergembira dengan firman Allah yang disampaikan oleh Paulus dan Barnabas dan mereka memuliakan Allah dan menjadi percaya.

Dalam Injil kita mendengarkan kisah yang menceritakan tentang Yesus yang berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Dialog antara Yesus dan Filipus dalam bacaan ini memberikan pemahaman bahwa dengan melihat dan mengenalYesus berarti kita juga melihat dan mengenal Allah.

Sebagai pengikut Yesus Kristus tentu saja kita ingin mengenalNya. Untuk itu kita diajak untuk melakukan tindakan nyata yang sesuai dengan apa yang dikehendaki olehNya. Dengan demikian, maka kita akan lebih jelas melihat dan mengenal Yesus, dan semakin mencintaiNya

Fr. Frumentius Nggajo

“Barang siapa melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh. 14: 9).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, curahkanlah Roh CintaMu kepada kami agar kami dapat mencintai Yesus Kristus dan sesama kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini