“MENDENGARKAN, MENGENAL DAN MENGIKUTI YESUS”: Renungan, Selasa 23 April 2024

0
866

Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

BcE Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Yoh. 10:22-30

Dalam bacaan Injil Yohanes 10:22-30, kita melihat bersama bagaimana penginjil Yohanes memberikan suatu gambaran tentang bagaimana hubungan intim antara Yesus dengan Bapa dan Yesus dengan umat-Nya yang dilukiskan sebagai domba-domba-Nya. Dalam penggambaran tersebut, Penginjil mengajak kita untuk memahami bagaimana menjadi pengikutNya dan menjadi satu dengan Yesus, sama seperti Ia bersatu dengan Bapa.

Dalam bacaan tersebut orang-orang Yahudi meminta kepastian dari Yesus apakah Ia sungguh seorang Mesias. Mereka meminta kejelasan dari Yesus karena mereka tidak percaya pada-Nya, sebab mereka bukan domba-domba-Nya. Yesus mau menegaskan di sini bahwa mereka yang percaya kepadaNya adalah mereka yang mendengarkan Dia, mengenalNya dan mengikuti Dia. Dengan demikian mereka akan memperoleh kehidupan kekal dan tidak akan binasa.

Pernyataan Yesus ini sesungguhnya menjadi panggilan pribadi yang diberikan kepada setiap orang untuk mendengarkan dan mengikutiNya dalam setiap aspek kehidupan. Sebagai Gembala yang baik, Dia akan memelihara dan menjaga domba-dombaNya dan tidak akan membiarkan mereka binasa. Hal ini hendak memberikan penegasan kepada kita sebagai pengikutNya, hendaklah sebagai umat Kristiani kita dipanggil untuk hidup taat dan setia kepadaNya. Panggilan yang Ia berikan bukan hanya panggilan untuk hidup di saat-saat yang mudah tetapi juga di saat-saat yang sulit, dimana beban kehidupan, penderitaan dan cobaan kerap kali muncul dan menggoyahkan kita. Namun pada saat-saat itulah kesetiaan kita diuji.

Yesus menawarkan kehidupan kekal kepada mereka yang setia kepadaNya dan menghindarkan setiap orang dari kebinasaan. Yesus memberikan janjiNya janji akan kehidupan kekal. Janji ini memberikan harapan dan kepastian bagi banyak orang yang mau menaruh kehidupanNya kepada Yesus. Oleh karena itu, Yesus mengajak kita semua sebagai orang Kristiani sejati untuk mampu memperdalam hubungan dengan Kristus sebagai Gembala sejati. Kita dipanggil untuk senantiasa setia, tidak hanya di saat-saat mudah namun di saat-saat kita mengalami cobaan dan penderitaan. Menjadi pengikut Kristus memanglah tidak mudah, namun buah dari kesetiaan kita adalah kebahagiaan kekal yang tidak dapat direnggut siapapun.

Fr. Marselino Porajow

“Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Yoh. 10:29)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk mampu menghadapi tantangan hidup dan berani memberi diri untuk mendengarkan, mengenal-Mu lebih dalam dan menjadi pengikut-Mu yang setia. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini