KEPERCAYAAN DAN KESATUAN”: Renungan, Minggu 7 April 2024

0
1037

Hari Minggu Paskah II (Minggu Kerahiman Ilahi)

Kis 4:32-35; 1 Yoh 5:1-6; Mzm. 118:2-4,16ab-18,22-24; Yoh 20:19-31

“Tetaplah teguh dalam iman, bersabarlah dalam penderitaan, dan tekunlah dalam doa.” Pada hari ini kita merayakan Pesta Kerahiman Ilahi, sebuah perayaan yang mengajak kita untuk merenungkan makna kesatuan dalam komunitas Gereja sehingga dapat merasakan karunia kerahiman Ilahi yang mengiringi hidup kita penuh dengan kasih.

Kasih dan persaudaraan serta kesatuan dan saling berbagi nampak dalam kehidupan komunitas gereja awal. Jemaat perdana hidup dalam semangat persaudaraan yang erat, dengan saling membantu sehingga tidak ada yang berkekurangan. Semangat ini mencerminkan kasih Kristus yang menyatukan mereka, menciptakan harmoni dalam kehidupan bersama. Ini merupakan wujud kasih dan perhatian Tuhan kepada kita yang memungkinkan kita untuk membantu sesama dan merasakan kekuatan dalam kesatuan.

Rasul Yohanes dalam suratnya menguatkan iman kita kepada Kristus sebagai Anak Allah. Dengan iman yang teguh, kita dapat mengatasi dunia ini dan menjadi pemenang dalam hidup. Ini mengingatkan kita bahwa iman adalah sumber kekuatan yang memberikan harapan di tengah tantangan kehidupan

Yesus, sebagai Guru dan Pemimpin kita, mengajarkan kepada para murid tentang perlunya iman yang kokoh dan percaya kepadaNya. Yesus menekankan bahwa kepercayaan bukanlah sekadar keyakinan intelektual semata, tetapi juga suatu bentuk kesediaan untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah. Di sisi lain kisah ketidakpercayaan Thomas menyadarkan kita bahwa para murid yang paling dekat dengan Yesus pun terkadang memerlukan bukti fisik untuk memperkuat iman mereka. Namun, Yesus dengan lembut membimbing mereka untuk memahami bahwa kebahagiaan sejati datang bagi mereka yang dapat percaya kepadaNya tanpa harus melihatNya secara langsung. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk memiliki iman yang kokoh dan percaya kepada Yesus.

Dalam situasi di mana kita mungkin merasa ragu atau kehilangan arah, pesan dalam Injil hari ini menjadi panggilan yang kuat bagi kita untuk tetap kokoh dalam iman dan mempercayai bahwa Dia selalu hadir di tengah-tengah kita. Marilah kita menjadikan kepercayaan kepada Yesus sebagai dasar utama dalam hidup kita, dan melalui kepercayaan itu, kita akan merasakan kehadiranNya yang nyata dalam setiap langkah hidup kita yang membawa ketenangan batin. Bersama Pemazmur kita dapat berseru: “Bersyukurlah kepada Tuhan sebab ia baik”, karena hanya Yesus andalan hidup kita.

Fr. Gregorius Legi

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya” (Yoh. 20:29b).

 Marilah berdoa:

Ya Bapa yang Mahakuasa, persatukanlah kami semua dalam kepercayaan iman yang benar terhadapMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini