Hari Biasa Pekan II Paskah (P)
Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2,4-5,18-19; Yoh. 6:16-21
Saudara yang terkasih, kita sudah mendengar bahkan sudah membaca dalam kisah para rasul tentang tujuh orang diakon yang dipilih untuk melayani dan membela orang miskin dan para janda yang mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Para diakon dipilih untuk mengemban tugas yang mulia yakni menjadi pembela bagi kaum miskin dan para janda. Mereka bukan hanya dipilih begitu saja, melainkan juga diminta untuk berusaha dengan semaksimal mungkin agar tujuan pemilihan mereka dapat tercapai. Itulah sikap kepedulian yang telah ditunjukkan oleh para diakon.
Kepedulian terhadap sesama ini diceritakan juga dalam Injil Yoh. 6:16-21. Diceritakan dalam perikop tersebut bahwa Yesus melakukan mujizat yaitu berjalan di atas air. Peristiwa ini menegaskan kekuasaan dan otoritasNya atas alam semesta. PerbuatanNya yang ajaib ini meneguhkan iman para pengikutNya, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang memiliki kuasa atas segala sesuatu.
Selain itu, Yesus juga menunjukkan sikap kepedulianNya terhadap para murid yang sementara diombang-ambingkan oleh deras ombak. Ketika Yesus mengetahui situasi yang sementara dialami oleh para muridNya, Ia segera bergegas untuk menemui para muridNya. KehadiranNya itu sungguh-sungguh mendatangkan sukacita bagi para muridNya. Sama halnya dengan kehadiran dari ketujuh daikon yang dipilih untuk menjadi pembela bagi orang-orang miskin dan para janda yang saat itu mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Dengan kehadiran para diakon maka Yesus telah menunjukkan sikap kepedulian terhadap orang-orang miskn dan para janda.
Yesus sangat mencintai kita umat manusia, sehingga walaupun kita berada dalam kebimbangan, keraguan, ketakutan dan masih banyak hal lain lagi yang membuat kita jauh dari Tuhan, namun Ia tetap mencintai umatNya. Dengan cintaNya yang begitu besar bagi manusia, maka Ia telah menunjukkan sikap kepedulian terhadap kita umatNya. Namun seringkali kita tidak ingin menanggapi tindakan dari Yesus yang telah menunjukkan kepedulianNya bagi kita semua. Maka, bacaan-bacan yang dikisahkan pada hari ini mengajak kita semua, agar kita dapat meneladani sikap dari Yesus sendiri, yakni sikap peduli pada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita. Mengapa? Karena dengan memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan bantuan kita, bertindak dengan adil, membela kebenaran dan menegakkan keadilan, maka kita telah menjadi saluran keselamatan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Fr. Willem Landa
“Tetapi Ia berkata kepada mereka: Aku ini, jangan takut!” (Yoh. 6:20).
Marilah berdoa:
Ya Allah, bantulah kami agar kami dapat menjadi pribadi-pribadi yang peduli terhadap sesama. Amin











