“JADILAH SAKSI KEBANGKITAN”: Renungan, Kamis 4 April 2024

0
977

Hari Kamis Dalam Oktaf Paskah (P)

Kis 3: 11-26; Mzm 8: 2a, 5, 6-7, 8-9; Luk 24: 35-48

Thomas Aquinas pernah mengatakan bahwa Allah membiarkan kejahatan terjadi untuk membuat suatu hasil yang lebih baik dariNya. Bahkan Yesus yang tersalib pun bertanya kepada BapaNya: “AllahKu mengapa Engkau meninggalkan Aku?”. Kematian Yesus membuat para murid kehilangan harapan bahkan sampai ketakutan. Berkat perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit, iman para murid bertumbuh kembali. Ia menunjukkan bahwa peristiwa salib justru membuahkan kehidupan. Para murid pun mengalami Dia yang hidup. Dia adalah Tuhan atas kehidupan dan kematian.

Dalam Injil hari ini, Yesus menyapa murid-muridNya itu dengan sapaan khas yakni “Damai Sejahtera Bagi Kamu!”. Yesus membagikan Damai yang memberikan mereka kekuatan untuk menjadi saksi dari setiap peristiwa yang mereka saksikan dan alami ketika bersama-sama dengan Yesus. Bila damai belum ada dalam diri mereka, tugas untuk menjadi saksi kebangkitan akan terasa sulit dan membebani. Pesan damai Kristus sendiri yang akan dibawa dan diwartakan oleh mereka. Kepada kita juga pesan damai itu diwartakan. Kita dipanggil untuk mewartakan dan membagikan damai Paskah itu mulai dari dalam hati kita. Dari dalam hati, damai itu akan menjalar ke setiap orang yang kita jumpai dalam hidup kita.

Sukacita Paskah tidak akan membuat kita tinggal diam. Sukacita Paskah menggelorakan semangat kita untuk berani menjadi saksi kebangkitan yakni saksi yang membawa damai. Oleh karena itu, damai Paskah pertama-tama harus ditanam di dalam hati kita, bertumbuh dan berkembang di dalam hati kita agar kita menjadi sumber sukacita bukan dukacita, sumber kedamaian dan bukan kebencian.

Sebagai saksi, kita pun dituntut memiliki kepercayaan dalam diri untuk lebih dahulu yakin dengan apa yang hendak diwartakan, karena tidak mungkin kita mewartakan apa yang tidak kita yakini. Menjadi saksi juga berarti siap untuk mempertanggungjawabkan apa yang kita wartakan. Bentuk tangung jawab itu nyata dalam kehidupan kita setiap hari, karena hanya itu yang mampu menjadi bukti nyata bagi sesama. Menjadi saksi menuntut pengorbanan dan pemberian diri yang utuh, karena melaluinya kita harus merelakan waktu dan tenaga untuk berkarya mewartakan cinta kasih Tuhan yang tiada batasnya bagi semua orang. Alamilah Kristus dalam hidup kita dan wartakan Dia kepada semua orang.

Fr. Harley Patty

“Kamu adalah saksi dari semuanya ini” (Luk. 24:48).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, dampingi dan kuatkanlah kami sebagai saksi-Mu di tengah dunia. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini