“DIA YANG DAHSYAT”: Renungan, Minggu 21 April 2024

0
925

Hari Minggu Paskah IV (P) Hari Minggu Panggilan

Kis. 4:8-12; Mzm. 118:1,8-9,21-23,26,28cd,29; 1Yoh. 3:1-2; Yoh. 10:11-18

Saulus adalah seorang yang tidak suka dengan Orang Kristen. Ia bertugas untuk mengejar dan menangkap Orang Kristen, supaya mereka dapat dipenjarakan. Namun pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan oleh Tuhan, Saulus ditangkap oleh Tuhan. Saulus yang dulunya menjadi pengejar Orang Kristen, kini ditangkap oleh Tuhan untuk dijadikan pengajar Orang Kristen.

Peristiwa Saulus ditangkap oleh Tuhan mau menegaskan juga tentang panggilan Saulus. Oleh sebab peristiwa ini juga, maka namanya diubah dari Saulus menjadi Paulus. Hal ini mau menunjukkan bahwa Tuhan berkuasa memanggil siapa saja untuk diubah menjadi pengikutNya yang setia. Maka tepatlah untuk dinyanyikan lagu yang bunyinya: “Panggilan Tuhan bagi umat-Nya di atas bumi ciptaan-Nya; api cinta-Nya, nyala kasih-Nya, sumber semangat bagi kita. Wartakan semangat cinta-Nya pada orang yang dambakan kasihNya. Terpujilah Tuhan Allah yang telah mengutus Putra-Nya.”

Hari ini juga adalah hari Minggu Panggilan. Setiap orang dipanggil untuk melakukan kebaikan dalam hidup ini. Secara khusus bagi Orang Kristen, kita dipanggil untuk mengenal dan melakukan kehendak Allah. Pengenalan akan kehendakNya dan DiriNya telah nyata dalam pribadi Yesus Kristus. Dialah juga yang telah memanggil Paulus untuk menjadi orang setiaNya yang mampu mewartakan kehendakNya bagi umatNya. Lewat bacaan-bacaan hari ini, kita dihantar untuk berefleksi kembali akan Yesus Kristus, yang adalah jalan, kebenaran dan hidup bagi mereka yang mengimaniNya.

Rasul Paulus menegaskan bahwa keselamatan tidak ada dalam siapa pun selain di dalam Dia. Hanya Yesuslah yang mampu memberikan keselamatan, asalkan orang tersebut percaya dan melakukan kehendakNya. Barangsiapa melakukan kehendakNya, maka Ia akan menyatakan DiriNya kepada orang tersebut, sehingga mereka yang melihat hal tersebut akan menjadi sama seperti Dia. Rasul Yohanes menegaskan: “Apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” (1Yoh. 3:2).

Yesus Kristus adalah kebenaran dan jalan kehidupan. Mereka yang percaya akan Yesus diberikan kehidupan untuk bersama-sama dengan Dia di dalam kerajaanNya. “Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku” (Yoh. 10:18).

Panggilan kita adalah menjadi murid-murid Yesus. Dengan menjadi muridNya, maka kita turut membagikan pengenalan akan Dia kepada orang lain. Tuhan datang untuk memanggil setiap orang agar dapat mengikuti jalan kebenaranNya. Tebarkanlah jalah kita, agar kita turut ambil bagian dalam tugas pewartaan Yesus Kristus.

Fr. Christiano Mandagi

Tidak seorang pun mengambilnya dari padaku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku” (Yoh. 10:18).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus sumber kebenaran, jalan dan kehidupan serta teladanku, dampingilah aku agar mampu menjadi murid-Mu yang sejati. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini