Hari Biasa Pekan IV Prapaska (U)
Yeh. 47:1-9,12. Mzm. 46:2-3,5-6,8-9. Yoh. 5:1-16
Di tempat asal saya, ada seorang remaja yang selalu menolong orang lain. Pada suatu kesempatan, ketika ia pulang sekolah, ia melihat seorang nenek yang ingin menyeberang jalan. Dengan sigap ia menghampiri dan membantunya, sehingga nenek itu dapat menyeberang jalan dengan mudah dan selamat. Dari kisah ini saya berefleksi bahwa betapa mulia hati sang remaja itu. Tapi, apakah saya sendiri bisa berbuat demikian?
Terkadang kita sangat sulit untuk menolong sesama kita. Kita lebih sibuk dengan diri kita sendiri, tanpa memikirkan orang lain. Padahal sebagai pengikut Kristus, sikap tolong menolong ini adalah salah satu sikap utama kehidupan kita.
Pada bacaan injil hari ini, kita mendengar Yesus menyembuhkan seorang yang sakit lumpuh tiga puluh delapan tahun lamanya. Setelah Yesus melihatnya, Ia menghampiri dan meyembuhkan orang tersebut. Bacaan Injil ini ingin mengajak kita untuk senantiasa membantu dan menolong orang yang susah. Peran Yesus memberikan contoh dan teladan, bagaimana kita melihat hal itu dan melakukannya dalam kehidupan kita sehari hari.
Kehadiran Yesus memberikan suatu kebebasan bagi umat manusia. Hal itu dapat kita lihat dari kata-kata yang disampaikanNya. Seperti pada bacaan injil, Ia mengatakan : “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah !”. Rahmat yang ada padaNya diberikan sebagai tanda bahwa Ia hadir untuk menyelamatkan mereka yang tersesat. Bukan saja lewat rahmat tersebut, bahkan Yesus mengorbankan tubuhNya sampai wafat tergantung pada kayu salib.
Dari Tuhan Yesus, kita belajar bagaimana berkorban untuk saudara-saudari kita yang membutuhkan. Pada bacaan pertama dikatakan bahwa “kemana saja sungai itu mengalir, segala makluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup”. Yesus seperti sungai yang mengalir dan memberikan suatu kehidupan baru. Kehidupan yang diberikanNya melepaskan kita dari belenggu-belenggu yang selama ini mengikat diri kita.
Sebagai umat beriman mendengar dan mengikuti sabda Tuhan merupakan suatu rahmat yang akan kita peroleh dari Yesus sendiri. Sebab dari padanya kita akan menemukan jalan untuk menuju suatu kehidupan baru yang penuh dengan suka cita dan kebahagiaan. Sabda Yesus adalah sabda yang menghidupkan dan menolong kita dalam situasi apapun.
Fr. Petrus Chanel Ongirwalu
“Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah”(Yoh. 5:17).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, tolonglah kami. Amin.











