“RENCANA ALLAH YANG MISTERIUS”: Renungan, Sabtu 23 Maret 2024

0
778

Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U)

BcE Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56.

Saudara terkasih, kita menyaksikan janji Allah kepada umat-Nya yang terpisah dan terpencar-pencar. Allah berfirman bahwa Ia akan mengumpulkan kembali orang-orang Israel dari segala penjuru, membawa mereka pulang ke tanah yang dijanjikan, dan membuat mereka menjadi satu bangsa di bawah pemerintahan raja Daud. Janji ini mencerminkan kasih dan kuasa Allah untuk mengembalikan kehidupan dan persatuan pada umat-Nya yang hancur.

Kita juga melihat perbedaan antara reaksi orang-orang setelah Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian. Meskipun banyak yang percaya pada-Nya, beberapa orang pergi untuk memberitahukan peristiwa ini kepada orang-orang Farisi. Sebagai tanggapan, para pemimpin Yahudi mulai merencanakan pembunuhan Yesus karena mereka khawatir bahwa popularitas-Nya dapat menyebabkan tindakan keras dari pihak Romawi.

Saudara terkasih, pesan dari bacaan pertama yakni nabi Yehezkiel mengajarkan kita tentang harapan dan pemulihan. Kadang-kadang, kita mungkin merasa terpisah, hancur, atau hilang harapan. Namun, seperti janji Allah kepada orang Israel, kita dapat mempercayai bahwa Tuhan memiliki rencana pemulihan dan penyatuan bagi kita. Di dalam Tuhan, ada harapan bagi yang terpisah dan kesembuhan bagi yang terluka sehingga kita tidak perlu khawatir tentang apapun yang kita hadapi. Selain itu, dalam bacaan Injil yang dilukiskan oleh Yohanes dengan sangat menarik bahwa rencana Allah untuk menyelamatkan umat-Nya melibatkan kematian dan kebangkitan Yesus.

Terkadang, rencana Allah mungkin sulit dipahami atau bahkan bertentangan dengan pemahaman manusia. Namun, di balik setiap peristiwa, Tuhan bekerja untuk membawa keselamatan bagi mereka yang percaya pada-Nya. Keselamatan seringkali datang melalui cara yang tidak terduga, dan kita perlu mempercayai rencana-Nya meskipun tidak selalu dapat memahami sepenuhnya.

Kendati demikian, kedua bacaan ini mengajarkan kita tentang harapan, pemulihan, dan rencana Allah yang misterius. Ketika kita merasa terpisah atau ketika rencana Allah sulit dipahami, kita dapat percaya bahwa Tuhan memiliki tujuan dan rencana-Nya sendiri untuk membawa kebaikan bagi umat-Nya. Kematian dan kebangkitan Yesus adalah puncak dari rencana penyelamatan-Nya, dan di dalam-Nya kita dapat menemukan harapan yang abadi sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri.

Fr. Stanislaus Lerebulan

“Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” (Yoh. 11:49-50)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Allah kami, berilah kami keberanian untuk percaya pada-Mu bahkan di saat-saat sulit, dan tunjukkanlah rencana-Mu yang indah dalam hidup kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini