“PENDENGAR DAN PELAKU”: Renungan, Kamis 7 Maret 2023

0
808

Hari Biasa Pekan III Prapaskah (U)

Yer. 7:23-28; Mzm 95:1-2,6-7,8-9, Luk 11:14-23

Menjadi pemimpin senantiasa membawa resiko dalam hidup kita. Ada yang mendukung dan ada yang melawan kita. Kelompok pertama, akan selalu berjuang untuk mendukung pemimpinnya. Kelompok kedua akan berusaha untuk “menjatuhkan” sang pemimpin.

Penginjil Lukas hendak menunjukkan realitas dua kelompok ini. Ketika Yesus menyembuhkan seseorang yang bisu karena setan. Ketika Yesus mengusir setan, orang bisu itu kemudian dapat berkata-kata. Banyak orang yang menyaksikan kejadian tersebut kemudian memberikan reaksi yang berbeda-beda. Ada yang hanya merasa heran, tetapi ada pula yang menyindir dan memfitnah perbuatan Yesus itu dengan komentarnya, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beellzebul, penghulu setan.”

Kelompok pertama adalah mereka yang merasa heran tetapi sekaligus kagum. Inilah kumpulan orang-orang yang bersama-sama dengan Allah dan tidak menjadi lawanNya. Mereka inilah yang memiliki iman yang kuat dan selalu taat kepada Allah. Orang-orang seperti inilah yang digambarkan oleh nabi Yeremia dalam bacaan pertama sebagai orang yang akan bahagia karena mendengarkan sabda Tuhan dan melaksankannya.

Kelompok kedua adalah kelompok ‘yang melawan Yesus’ yakni mereka yang tidak bersama-sama dengan Yesus. Kelompok inilah yang dalam Injil malah berusaha mencobai Yesus dengan meminta tanda dari surga dan bahkan menuduh Yesus menggunakan kuasa setan. Mereka ini digambarkan oleh nabi Yeremia sebagai bangsa yang degil hatinya yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan dan tidak mau menerima pengajaran dari pada-Nya.

Kehidupan umat beriman ada dalam dua sisi ini. Sebagian dari antara kita, memang sungguh-sungguh hidup dalam panggilannya mengikuti Yesus; sehingga ia benar-benar hidup bersama dengan Tuhan. Sebagian lagi, walaupun telah mendengarkan firman Tuhan, telah mendengarkan pengajaran-pengajaran tentang Tuhan, namun tetap bebal dan tidak melaksanakannya. Mereka yang bebal dan degil hatinya inilah yang hendak diperingatkan oleh pemazmur: “Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati”. Sudahkah kita tidak bertegar hati untuk mendengarkan Firman-Nya dan tetap tinggal bersama-Nya?

Fr. Valen Helyanan

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku”(Luk. 11:23).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah kami pendengar dan pelaksana sabdaMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini