“MENGAMPUNI DENGAN SEPENUH HATI”: Renungan, Selasa 5 Maret 2024

0
665

Hari Biasa Pekan III Prapaskah (U).

BcE Dan. 3:25,34-43; Mzm.25:4bc-5ab,6-7bck,8-9; Mat. 18:21-35.

Sering kali terjadi dalam hidup ini kita sulit untuk mengampuni orang lain yang berbuat salah kepada kita? Apakah kita termasuk orang-orang yang suka membalas kejahatan dengan kejahatan? Ataukah kita suka menyimpan dendam di hati kita, ketika orang lain berbuat salah kepada kita? Jika kita masih hidup dalam kebencian dan dendam, kepada orang lain yang bersalah kepada kita, maka hidup kita tidak akan berbuah baik bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Sebagai orang beriman, di masa Prapaskah ini, kita harus mampu mengampuni kesalahan orang lain. Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengampuni sama seperti Dia lebih dahulu mengampuni kita dari segala dosa yang kita perbuat. Kita yang berbuat dosa tetapi Tuhan Yesus menanggung dosa kita umat manusia sampai wafat di kayu salib.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menceritakan perumpamaan tentang pengampunan. Hal itu berkaitan dengan pertanyaan Petrus tentang berapa kali harus mengampuni orang yang berbuat dosa terhadapnya. Lalu Yesus menjawab, “Sampai tujuh puluh kali tujuh kali”. Yesus mau menegaskan bahwa, kita harus mengampuni orang yang berbuat dosa kepada kita dengan tanpa batas dan sepenuh hati.

Kemudian Yesus menceritakan bahwa hal Kerajaan Surga itu seperti seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Raja itu mengampuni hamba yang meminta belas kasih kepadanya. Namun, raja itu menghukum hamba yang berbuat jahat atas hambanya yang lain padahal hamba yang jahat itu juga diampuni oleh sang raja. Lalu, Yesus menegaskan: “Maka Bapa-Ku yang di surga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hati”. Artinya, kita harus mengampuni orang lain dengan sungguh-sungguh dan segenap hati.

Semoga kita mampu menjadi pribadi yang mengampuni orang lain bukan hanya tujuh kali melainkan tujuh puluh kali tujuh kali. Artinya, kita mengampuni orang lain dengan sepenuh hati bukan dengan setengah hati. Tuhan Yesus mengajak kita semua untuk saling mengampuni antara satu dengan yang lain, agar hidup kita sebagai orang beriman dapat berbuah bagi banyak orang dan diri kita sendiri.

Fr. Emanuel Helsi Gani

“Maka Bapa-Ku yang di surga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” (Mat. 18:35).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami mampu mengampuni orang lain yang berbuat salah kepada kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini