“Malam Kudus: Cahaya Kemenangan”: Renungan Sabtu, 30 Maret 2024

0
907

Malam: VIGILI PASKAH (P).

Kej. 1:1 2:2 (atau lebih singkat Kej. 1:1,26-31a); Mzm. 104:1- 2a,5-6,10,12,13, 14,24,35c atau Mzm. 33:4-5,6-7,12-13,20,22; Kej. 22:1-18 (atau lebih singkat Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18); Mzm.16:5,8,9-10,11; Kel. 14:15 – 15:1; MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6,17-18; Yes. 54:5-14; Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b; Yes. 55:1-11; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Bar. 3:9-15,32 – 4:4; Mzm. 19:8,9,10,11; Yeh. 36:16-17a,18-28; Mzm. 42:3,5bcd; 43:3,4 atau kalau ada pembaptisan MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6 atau juga Mzm. 51:12-13,14- 15,18-19; Rm. 6:3-11; Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23; Mrk. 16:1-7.

Peristiwa Paskah dan Kebangkitan Yesus, dikisahkan oleh masing-masing injil: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Pada Vigili Paskah ini, Injil Markus mengisahkan peristiwa tiga perempuan (Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome) pergi ke makam Yesus. Di sana mereka mengalami peristiwa-peristiwa yang membuat mereka terkejut, heran dan ketakutan. Batu sangat besar yang menutup makam Yesus, sudah terguling. Di dalam makam mereka tidak melihat dan tidak menemukan Yesus. Malahan di sana ada seorang pemuda memakai jubah putih. Entah siapa pemuda itu.

Dengan menyimak kisah Penginjil Markus ini, sebenarnya orang bisa mengerti bahwa sudah ada tanda kebangkitan, sehingga tak perlu takut. Tetapi, mari memahami situasi yang dialami oleh ketiga perempuan itu. Pada waktu itu mereka masih diliputi rasa putus-asa karena kematian Yesus; cemas dan takut: jangan-jangan mereka ditangkap, disiksa dan dibunuh seperti Yesus; dan masih banyak kegelisahan lain bisa digambarkan, yang mungkin meliputi ketiga perempuan itu. Demikianlah kiranya bisa dimaklumi ketakutan yang mereka alami.

Menarik bahwa ‘pemuda yang memakai jubah putih’ itu menyatakan: “Yesus dari Nazaret yang tersalib itu, sudah bangkit”. Pemuda itu bahkan menegaskan tanda kebangkitan-Nya: Ia tidak ada lagi di tempat jenazah-Nya dibaringkan. Pemuda itu juga memerintahkan untuk mengatakannya kepada murid-murid-Nya dan Petrus. Secara tersendiri nama Petrus disebut. Tentu bisa dipahami sambil mengingat bahwa sebelum Yesus disalibkan, Petrus telah tiga kali menyangkal Yesus. Hal penting yang dinyatakan oleh pemuda kepada ketiga perempuan itu untuk disampaikan kepada murid-murid-Nya dan Petrus yakni: Yesus telah bangkit… seperti yang telah dikatakan-Nya.

Dalam hidup ini, sewaktu-waktu bisa terjadi bahwa kegelapan meliputi dunia sekitar serta hati atau perasaan sendiri. Situasi itu membawa orang pada keputus-asaan dan sulit melihat masa depan lagi – hilangnya harapan. Pengalaman dan perasaan seperti ini juga dialami oleh bangsa Yahudi ketika mereka hidup di tanah Mesir. Mereka diperbudak, diperlakukan sungguh kasar dan tidak manusiawi, sampai-sampai mereka diharuskan membuang anak-anak mereka yang baru lahir. Lebih-lebih lagi hati Abraham gelisah ketika ia diperintahkan mengikat anaknya di atas mezbah untuk disembelih sebagai korban bakaran bagi Tuhan. Yesus juga, ketika tergantung di kayu salib, kegelapan meliputi seluruh wilayah Yerusalem. Dan Yesus berseru, “Ya Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Akan tetapi, dengan tangan kuat Tuhan membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir dan mengantar mereka Kembali ke tanah nenek moyangnya. Malaikat menahan tangan Abraham, dan Ishak hidup terus serta mendapat keturunan ‘sebanyak bintang di langit’. Dan pada hari raya Paskah, Yesus yang wafat di salib, dibangkitkan dan dimuliakan oleh Bapa-Nya. Dari segala peristiwa yang tercantum dalam Kitab Suci dan yang dibacakan pada Vigili Paskah ini, menjadi nyata bahwa bagaimanapun gelapnya dunia di sekitar kita, bagaimanapun gawatnya keadaan kita, Tuhan Allah sanggup dan rela memberikan masa depan yang baru bagi manusia. Tetap ada harapan. Nah, kalua kita tetap berharap pada Tuhan, kita tidak akan dikecewakan. Malam yang gelap gulita menjadi terang seperti siang berkat kuasa besar dari Tuhan.

P. Abraham Mantow

“… Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit…” (Mrk. 16: 6).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, terangilah hati kami untuk selalu berjalan bersama Engkau di jalan yang benar. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini