“KESETIAAN SEORANG MURID”: Renungan Selasa, 26 Maret 2024

0
864

Hari selasa pekan suci (U)

E Pref Sengsara II. BcE Yes 49:1-6; Mzm 71: 1-2.3-4a.5-6ab.15.17; Yoh 13:21-33.36-38.

Pernahkah anda dikhianati? Pasti kita semua pernah merasakan bagaimana dikhianati oleh seseorang. Secara manusiawi, kita pasti akan marah, sakit hati dan merasa kecewa. Tak bisa dibayangkan apa jadinya bila yang mengkhianati kita adalah orang yang paling dekat, orang yang dianggap sebagai sahabat? Kita bahkan tidak akan menyangka bahwa yang dianggap teman maupun saudara dapat berbuat demikian. Tak jarang kita akan berbuat suatu tindakan balas dendam, ingin menuntut, dan berbagai macam cara yang setimpal.

Bacaan-bacaan hari ini berbicara tentang hamba Tuhan yang setia, rendah hati dan menderita. Hamba Tuhan yang digambarkan dalam bacaan pertama adalah tentang Yesus sendiri. Dialah hamba Tuhan yang setia, rendah hati dan menderita. Dialah hamba Tuhan yang membawa terang kepada segala bangsa. Melalui penderitaanNya, Tuhan ingin membangun kembali umat Allah yang rusak akibat dosa dan kejahatan. Tuhan Yesus, rela menebus segala dosa kita dengan menderita dan wafat di kayu salib.

Dalam bacaan injil Yesus kembali memperingatkan murid-muridNya, terlebih khusus kepada Yudas Iskariot dan Petrus yang tidak setia, tidak rendah hati. Sebab, Yudas kemudian menjadi murid yang menghianati Yesus dan bahkan menyerahkanNya kepada iman-imam dengan harga 30 keping perak. Sedangkan Simon Petrus, murid yang berkata bersedia mati untukNya kemudian menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Yesus tahu bahwa bahwa pengkhianatan itu akan berpuncak pada sengsara dan kematiaanNya. Namun Yesus tidak membenci mereka, Yesus tidak menaruh dendam pada mereka. Sebaliknya Yesus memperlihatkan kasihNya dengan mengampuni kesalahan mereka.

Lewat permenungan ini, mari kita belajar untuk menjadi orang-orang yang setia dan rendah hati. Sebagai orang beriman, sebagai murid Yesus, kita belajar untuk setia dan bertanggung jawab atas semua tugas dan kepercayaaan yang diberikan kepada kita. Belajarlah untuk setia kepada tugas-tugas yang kecil, hingga tugas-tugas yang besar dipercayakan kepada kita. Terkadang dalam kehidupan sehari-hari, kita seperti Yudas; kita dapat tergoda untuk mengkhianati Tuhan dan iman kita demi kepentingan pribadi, demi keserakahan dan kesenangan hidup duniawi. Kita juga seringkali seperti Simon Petrus, yang dapat terjebak dalam kesombongan diri dan penyangkalan iman apabila berada dalam tekanan dan kesulitan. Dengan demikian, mari kita selalu mengandalkan Tuhan dalam doa-doa kita dan dalam seluruh perihal hidup kita. Dengan itu, pasti kita diberi iman yang teguh dan kesetiaan yang utuh untuk mengikuti-Nya.

Fr. Bonifasius Sola

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang diantara kamu akan menyerahkan Aku” (Yoh. 13:21).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, buatlah aku menjadi setia sama seperti Engkau. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini