“KEBENARAN IMAN”: Renungan, Rabu, 20 Maret 2024

0
715

Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U).

Bce Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42.

Saudara terkasih, kebenaran merupakan satu hal yang cukup sulit bagi kita untuk dipertahankan. Misalnya, ketika kita mendapati teman, saudara atau keluarga kita berbuat kesalahan, terkadang kita hanya membiarkannya atau bahkan kita malah ikut dalam ketidakbenaran itu. Ini hanyalah contoh kecil saja. Dalam dunia dewasa ini, terdapat banyak kasus di mana orang-orang dengan mudahnya meninggalkan kebenaran yang telah diimaninya sejak lama. Contohnya kasus perkawinan yang mengharuskan salah satu dari pasangan tersebut untuk meninggalkan imannya, dalam hal ini iman akan Yesus Kristus.

Dalam Perjanjian Lama, diceritakan tentang tiga orang, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang diancam oleh Raja Nebukadnezar. Sekalipun mereka telah diancam, bahkan sampai dicampakkan ke dalam api, mereka tetap mempertahankan iman mereka akan Allah. Mereka tidak meninggalkan kebenaran, sebab mereka percaya bahwa Allah yang mereka yakini benar, akan menyelamatkan mereka. Demikian juga apa yang dikatakan Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Yesus mengatakan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Sekali lagi ditegaskan kembali tentang kebenaran bahwa siapa yang tetap dan tinggal dalam kebenaran itu, ia akan dimerdekakan.

Saudara terkasih, kedua bacaan hari ini secara tegas menekankan tentang kebenaran yang harus kita pertahankan. Dari apa yang diceritakan dalam dua bacaan tersebut, seharusnya kita sudah menyadari apa yang diinginkan oleh Yesus. Yesus mau agar kita semua tetap mempertahankan kebenaran yang telah kita imani sejak lama. Seberat apapun pilihan yang dihadapkan kepada kita, seberat apapun permasalahan yang menghampiri kita, janganlah kita sampai mengambil keputusan untuk meninggalkan kebenaran itu. Kita harus bisa mencontohi Sadrakh, Mesakh dan Abednego dalam mempertahankan iman mereka sekalipun konsekuensi dari mempertahankan iman itu adalah kematian. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang dapat mempertahakan kebenaran khususnya kebenaran iman yang yang telah kami imani sejak lama.

Fr. Yodha Lontaan

“Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” » (Yoh. 8:31-32).

Marilah berdoa:

Ya Allah Bapa, semoga kebenaran iman akan Yesus Kristus tetap terjaga dalam hati kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini