“KASIH DAN PENGKHIANATAN”: Renungan Rabu, 27 Maret 2024

0
754

HARI RABU DALAM PEKAN SUCI (U).

BcE Yes 50:4- 9a; Mzm 69:8-10.21bcd-22.31.33-34; Mat 26:14-25.

Tomi dan Rifan adalah dua orang pemuda yang memiliki hubungan yang begitu akrab yakni sebagai sahabat. Mereka berdua sudah menjalani persahabatan mereka begitu lama. Namun, di tengah perjalanan mereka, keduanya harus berpisah karena si Tomi mengkhianati sahabatnya Rifan.  Pengkhianatan adalah kunci kehancuran, yang dapat merusak segalanya, semuanya karena kita sering kali mementingkan ego kita masing-masing, kita tergiur dengan harta benda dan kekayaan, atau juga karena sakit hati kepada orang lain, teman, sahabat bahkan keluarga kita masing-masing sehingga kita akhirnya memutuskan untuk mengkhianati mereka.

Pada hari ini dalam bacaan-bacaan Kitab Suci, terlebih khusus dalam bacaan Injil. Menceritakan tentang pribadi yang dicintai oleh Yesus, namun harus mengkhianati-Nya. Dialah Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Yesus diutus oleh Allah untuk menebus dan menyelamatkan kita semua. Tugas Yesus hampir selesai dan sejak awal Ia sudah mengetahui bahwa ada seorang murid yang akan menjadi tokoh utama yang akan mengakhiri perjalanan Yesus di dunia ini, sesuai dengan rencana Allah. Maka dalam injil dikatakan bahwa: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” (Mat. 26: 21).

Kehidupan kita sekarang ini, masih kita jumpai Yudas-Yudas yang lain, yang adalah penghianat. Mereka-mereka inilah yang dengan tahu dan mau dan dengan berani meninggalkan hal-hal yang baik dan benar untuk hal-hal yang tidak baik yakni kebahagiaan sesaat, bahkan juga tidak segan-segan mengkhianati, menjauhi dan meninggal Tuhan Yesus untuk memperoleh posisi, jabatan, kedudukan, popularitas, pujian dan juga demi seorang kekasih yang dicintai dan disayangi. Padahal mereka sadar bahwa tindakan mereka itu tidak baik dan tidak benar tetapi demi dan karena kebahagiaan yang sementara yang diinginkan maka terjadilah demikian, sesuai dengan kehendak dan pilihan hidup mereka.

Kita sebagai pengikut Kristus, orang-orang yang beriman kepada-Nya. Kita diajak untuk bertanggung jawab sebagai pengikut Kristus dengan selalu menunjukkan dan menjaga kesetiaan, kejujuran, kepercayaan dan kebenaran dan kebaikan kita dalam hidup kita sehari-hari. Marilah kita berjalan bersama sebagai anak-anak Allah, kita pancarkan cahaya kasih dalam diri dan hidup kita yang berasal dari Allah yang selalu mencintai kita semua, walaupun kita kadang tidak setia kepada-Nya. Kita tunjukkan kepada sesama kita yakni teman, sahabat, adik-kakak, keluarga dan siapa saja bahwa kita bukanlah Yudas-Yudas baru di zaman sekarang ini. Namun, kita semua adalah anak-anak Allah yang percaya  dan selalu menjunjung tinggi cinta kasih, kesetiaan dan kejujuran dalam hidup ini.

Redaksi

“Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan…” (Mat. 28: 24).

Marilah berdoa:

Allah yang maha pengasih, mampukanlah kami untuk selalu jujur dan setia kepada-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini