Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yes. 65:17-21; Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b; Yoh. 4:43-54
Percaya merupakan sikap seseorang dalam menanggapi sesuatu hal yang dikatakan orang lain. Ini melibatkan keyakinan diri yang mendalam. Memang percaya itu sulit dilakukan namun sangat penting dalam hidup. Terkadang sulit pula untuk meyakinkan orang lain hanya dengan kata-kata semata. Orang percaya ketika yang kita katakan itu, juga kita lakukan. Orang lebih percaya ketika menyaksikan langsung perbuatan kita.
Injil hari ini menggambarkan dengan baik sikap percaya ini. Sikap percaya dapat kita lihat pada iman dan keyakinan seorang pegawai istana yang memohon agar Yesus menyembuhkan anaknya. Yesus menanggapi permohonan itu dengan cara yang berbeda. Yesus hanya mengatakan bahwa “Pergilah anakmu hidup”.
Kita sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan, ketika mendengar perkataan seperti itu, tentunya tidak akan langsung mempercayainya. Yang kita butuhkan ialah mengalami dan melihatnya secara langsung. Itulah sikap kita yang penuh dengan keraguan. Berbeda dengan pegawai istana yang diceritakan dalam Injil hari ini. Karena iman dan keyakinannya, ia percaya dengam apa yang dikatakan oleh Yesus. Ia percaya walaupun tidak melihat tindakan Yesus. Ia percaya bahwa Yesus akan menyembuhkan anaknya. Karena itu tanpa ragu, ia pergi meninggalkan Yesus. Hal yang terjadi ialah anaknya sembuh. Kepercayaan penuh terhadap Yesus akan membuat kita memperoleh keselamatan.
Kita diajak melalui bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini untuk selalu dan senantiasa menaruh kepercayaan pada Tuhan. Melepaskan semua sikap keragu-raguan kita dan menjadi orang-orang yang percaya kepadaNya. Yesus mengajak kita untuk melepaskan semua sikap ragu-ragu dalam hidup. Kita harus membangun hidup baru dan menjadi orang baru yang percaya akan karya besar Tuhan yakni keselamatan. Demikian yang dikatakan Yesaya dalam bacaan pertama tentang langit dan bumi yang baru. Itulah keselamatan yang terjadi dalam diri Yesus tentang pembaharuan dan penebusan dosa manusia. Yesaya memberikan sebuah jaminan keselamatan yang berasal dari Tuhan.
Sebagai orang Kristen yang sejati, kita semua diajak untuk percaya akan segala perkataan dan perbuatan Yesus. Dengan begitu kita tidak akan pernah sendiri. Kita akan selalu dituntun oleh Allah menuju pada keselamatan. Hiduplah sebagai orang-orang percaya. Percaya pada Tuhan, Sumber Keselamatan.
Fr. Selestinus Sarkol
“Kata Yesus kepadanya, “Pergilah anakmu hidup!”” (Yoh. 4:50).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, jadikanlah kami percaya kepadaMu. Amin.











