“BELAJAR DARI SANTO YOSEF”: Renungan, Selasa 19 Maret 2024

0
1613

Hari Raya S. Yosef, Suami SP Maria (P). E. Kem Syah Pref Yusuf.

BcE 2Sam. 7:4-5a. 12-14a. 16; Mzm 89:2-3.4-5.27.29; Rm 4:13.16-18.22; Mat 1:16.18-21.24

Hari ini secara universal Gereja Katolik merayakan Hari Raya Santo Yosef Suami Santa Perawan Maria. Kita tahu bersama bahwa Santo Yosef dijadikan sebagai figur penting oleh Paus Fransiskus dengan dicanangkannya Tahun Santo Yosef disertai Surat Apostolik yang berjudul Patris Corde. Santo Yosef termasuk keturunan raja Daud. Meskipun ia keturunan raja, ia adalah seorang yang terkenal dengan kesederhanaan, bekerja sebagai tukang kayu di Nazaret. Sebagai kepala keluarga, Santo Yosef menemui banyak kesusahan, salah satunya yakni ketika bayi Yesus lahir, ia bersama Maria mengungsi ke negeri asing untuk menyelamatkan kanak-kanak Yesus dari kejaran pasukan Herodes.

Bacaan-bacaan pada hari ini memberi kita kekuatan, menerangi hati dan budi kita dalam menjalani panggilan hidup kita masing-masing. Dalam bacaan-bacaan pada Hari Raya Santo Yosef tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Santo Yosef terutama dalam bacaan Injil. Hal ini mau menggambarkan bagaimana perasaan dari Santo Yosef yang telah mengetahui tunangannya yaitu Maria telah mengandung dari Roh Kudus. Meskipun demikian Yosef tidak mau menceraikan Maria. Yosef adalah seorang yang tulus hati dan karena itu ia tidak mau menyusahkan Maria. Yosef tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh sikap amarah dan egois. Sebelum niat dari Yosef untuk tidak menceraikan Maria, malaikat Tuhan mendatanginya dalam mimpi agar jangan takut menjadikan Maria sebagai istri dan Yosef pun melakukannya.

Peranan santo Yosef dalam karya penyelamatan Allah memang tidak semenonjol peran Bunda Maria. Dialah tokoh yang menopang kehidupan Maria dan Yesus tanpa banyak kata dan bicara. Dari kepribadian santo Yosef, kita dapat belajar banyak hal yakni ketulusan, kesalehan, kebijaksanaan, kejujuran, kerendahan hati dan tanggung jawabnya dalam menjalankan tugas mulia dari Allah sebagai kepala keluarga kudus di Nazaret. Melalui bacaan-bacaan hari ini kita diajak untuk menerima karya Allah dalam aneka wujud sebagai iman yang paling nyata. Iman akan Tuhan membuat kita percaya bahwa Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan kepada semua orang, Allah juga dapat bekerja sekalipun kita sedang berada dalam ketakutan, kerapuhan dan kelemahan. Hendaknya kita berpegang pada perjanjian-Nya dan terus mengandalkan Tuhan, sebagaimana kata pemazmur, Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.

Fr. Michael Andreas R. Tumundo

Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya(Mzm. 25:10)

Marilah berdoa :

Ya Allah, semoga rahmat-Mu menyertai kami sehingga kami tetap setia dalam menjalani panggilan hidup di dunia. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini