“YESUS SANG BATU PENJURU”: Renungan, Jumat 1 Maret 2024

0
1291

Hari Biasa Pekan II Prapaskah (U)

Kej. 37:3-4, 12-13a, 17b-28; Mzm. 105:16-17, 18-19,20-21; Mat. 21:33-43, 45-46.

Hari ini Yesus mengajak kita untuk kembali kepadaNya, Sang sumber keselamatan sejati. Bacaan Injil hari ini mengisahkan Yesus yang menceritakan perumpamaan tentang seorang tuan tanah yang menanami kebun anggurnya, menyewakannya kepada penggarap-penggarap, dan mengirim hamba-hamba untuk mengumpulkan buahnya. Namun, penggarap-penggarap tersebut menolak dan bahkan membunuh hamba-hamba yang diutus tuan tanah itu, termasuk anaknya. Akhirnya, tuan tanah menghukum para penggarap itu dan menyewakan kebun anggur kepada orang lain yang akan memberikan buahnya dengan setia.

Bacaan pertama juga mengisahkan hal yang serupa. Yusuf ditolak oleh saudara-saudaranya dan hampir dibunuh tetapi kemudian dijual kepada saudagar-saudagar Midian dengan harga dua puluh syikal perak. Yusuf ditolak oleh saudara-saudaranya karena ia adalah anak yang paling disayangi oleh ayahnya. Hal ini tentunya menimbulkan kecemburuan terhadap Yusuf.

Kedua perumpamaan ini menggambarkan hubungan Allah dengan umatNya. Allah adalah Tuan Tanah, dan umatNya adalah penggarap-penggarap dalam kebun anggur. Allah telah mengirim nabi-nabi dan utusanNya untuk mengajak umatNya kembali kepadaNya, tetapi mereka sering kali menolak dan bahkan membunuh para utusanNya, seperti yang terjadi pada Yesus, AnakNya.

Perumpamaan ini tidak hanya berbicara tentang penolakan atas para utusan Allah tetapi lebih kepada penolakan atas tawaran keselamatan kepada manusia. Allah tidak pernah menyerah dalam mengasihi manusia. Oleh sebab itu, Ia mengutus Yesus, AnakNya, untuk turun ke dunia dan menyelamatkan semua orang. Tetapi apa yang terjadi? Yesus layaknya seperti batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan.

Ditolak dan dibunuh oleh bangsaNya sendiri. Inilah bentuk penolakan kita terhadap karya keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus. Tetapi Yesus berkata bahwa batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Batu penjuru adalah batu utama yang ditempatkan di pojok sebuah bangunan agar bangunan itu menjadi kokoh dan yang Ia maksudkan sebagai Batu Penjuru adalah DiriNya sendiri. Yesus menjadi fondasi keselamatan. Hanya dalam Dialah semua orang dihantar kepada keselamatan dan tidak ada jalan ke surga selain melaluiNya.

Oleh karena itu, hari ini Yesus mengajak kita semua untuk kembali kepadaNya, Sang Sumber keselamatan sejati. Tinggalkanlah segala tindakan jahat dan jangan menolak Yesus, melainkan terimalah Ia di kedalaman hati sehingga di sanalah Yesus akan bertakhta dan akan mendiami hati kita.

Fr. Weldy Stevan Lelung

“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita” (Mat. 21:42).

Marilah berdoa:

Ya Allah, bantulah kami untuk menerima Yesus, PutraMu Sang Sumber keselamatan sejati, sehingga kami boleh bersatu dengan Dia yang tak pernah mengecewakan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini