PERTOBATAN MEMBAWA KESELAMATAN: Renungan, Rabu 20 Februari 2023

0
681

Hari biasa Pekan I Prapaskah (U).

BcE Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4, 12-13, 18-19; Luk. 11:29-32

Bacaan pertama hari ini menceritakan tentang Allah yang mengirimkan Yunus ke Niniwe untuk mengingatkan bangsa itu tentang kejahatan mereka. Allah menyuruh Yunus untuk memberi peringatan bahwa jika orang-orang Niniwe tidak bertobat, kota mereka akan dihancurkan. Yunus memenuhi tugas utusan Tuhan dan memberitahu penduduk Niniwe, “Dalam empat puluh hari, kota ini akan dihancurkan.” Mendengar seruan Yunus, orang-orang Niniwe merasa takut dan menunjukkan penyesalan serta pertobatan mereka dengan mengenakan kain kabung sebagai tanda.

Kita orang-orang yang percaya kepada Kristus patut bersyukur karena Allah yang kita imani adalah maha pengasih dan penyayang, panjang sabar kasih setianya. Walaupun kita sering jatuh dalam dosa namun kita diberi kesempatan untuk bertobat. Pertobatan yang benar adalah pertobatan yang berasal dari hati yang tulus dan penuh penyesalan. Bukan pertobatan yang diungkapkan lewat mulut saja. Mazmur hari ini menegaskan “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” Allah mendengarkan umat-Nya yang berseru kepada-Nya dan mau bertobat sama seperti orang Niniwe. Karena Niniwe bertobat maka Allah tidak menunggangbalikkan kota mereka

Yesus dalam bacaan Injil hendak menegaskan bahwa Ia lebih besar daripada Yunus. Ia bersabda “Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus.” Allah telah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus untuk menyelamatkan manusia. Sekarang Allah secara langsung turun ke dunia dan menyerukan pertobatan kepada manusia. Namun, masih banyak manusia yang tidak percaya kepada-Nya. Sebab itu Yesus bersabda, “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.”

Keselamatan datang dari Allah, tetapi itu tergantung jawaban manusia. Jika kita mau bertobat maka kita akan diselamatkan seperti orang Niniwe. Sebab Allah mendengarkan orang yang remuk redam hatinya dan bertobat. Sebaliknya, kalau kita tidak mau bertobat maka kita akan binasa. Karena itu, manakah yang menjadi pilihan kita, apakah kita mau bertobat agar diselamatkan? Atau kita memilih untuk menjadi angkatan yang jahat?

Jefrin Kristanto Wuda

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina, ya Allah » (Mzm. 15:17).

Marilah berdoa:

Ya Allah, ajarilah kami untuk bertobat ketika kami jatuh dalam dosa agar kami berkenan kepada-Mu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini