‘’PANGGILAN KEGEMBALAAN’’ Renungan: Kamis 22 Februari

0
981

Pesta Tahta St. Petrus (P)

1Ptr 5:1-4; Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat 16:13-19.

Hari ini secara Universal Gereja merayakan Pesta Takhta Santo Petrus. Seluruh anggota Gereja pun diajak untuk merayakan penunjukkan Petrus sebagai paus pertama, dan merenungkan peran kegembalaan Santo Petrus dan para penggantinya  sebagai wakil Kristus di dunia.

Bacaan injil hari ini membawa kita kepada saat-saat indah ketika Yesus menunjuk Petrus sebagai “batu karang,” fondasi kuat yang akan digunakanNya untuk mendirikan GerejaNya. Melalui peristiwa ini, Petrus diberikan peran sebagai pemimpin utama di antara para pengikut Kristus. Namun, mungkin kita bertanya, mengapa Petrus yang terpilih? Petrus bukanlah yang paling pintar, yang paling kuat, atau yang paling setia pada Yesus. Bahkan, Yesus sudah mengetahui bahwa Petrus akan menyangkalNya saat masa yang sulit tiba.

Jika kita kembali melihat dalam injil sinoptik, Petrus adalah salah satu dari tiga murid pertama yang dipanggil langsung oleh Yesus. Petrus juga termasuk dalam kelompok kecil yang menyaksikan peristiwa transfigurasi Yesus di atas gunung. Semua ini menandakan bahwa Petrus adalah murid yang memiliki pengalaman yang paling mendalam bersama Yesus. Di sisi lain, Petrus juga satu-satunya yang berani berjalan di atas air, mengungkapkan keteguhan imannya.

Namun, puncaknya terjadi dalam bacaan injil hari ini, di mana Petrus menjadi satu-satunya yang dengan tegas menjawab dan mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup. Keistimewaan Petrus terletak pada kedekatannya yang luar biasa dengan Yesus. Dia bukan hanya seorang murid, tetapi seorang teman yang penuh keyakinan dan pengenalan pribadi terhadap Guru-Nya.

Hari ini, panggilan Gembala terdengar bagi kita semua. Seorang Gembala yang baik adalah mereka yang memiliki pemahaman yang benar akan Kristus, seperti halnya Petrus. Untuk memperoleh pengenalan yang mendalam ini, kita perlu mendengarkan firman-Nya, menghabiskan waktu bersama-Nya, dan melaksanakan kehendak-Nya. Menjadi seorang gembala tidak selalu berarti menjadi pemimpin di berbagai tingkatan gerejawi tetapi, seperti yang diungkapkan Santo Petrus dalam suratnya, menjadi Gembala berarti melayani umat Allah di setiap tempat, memberikan teladan yang baik sebagai pengikut Kristus.

Pst. Julius Salletia, Pr

“Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”” (Mat 16:15)

 

Marilah Berdoa :

Ya Tuhan semoga kami semakin mengenalMu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini