“MANUSIA YANG BIJAKSANA”: Renungan, Senin 15 Januari 2024

0
1794

Hari Biasa (H)

1Sam 15:16-23; Mzm. 50:8-9.16bc-17.21.23; Mrk. 2:18-22

Dalam kehidupan setiap hari manusia pasti akan mengalami masa tua. Walaupun seseorang sudah sampai pada usia lanjut, terkadang juga ia belum bisa sampai pada tahap kebijaksanaan dalam dirinya. Seorang yang bijaksana berarti seseorang yang mampu membuat keputusan yang baik dan tepat berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman akan sesuatu yang mendalam. Manusia yang bijaksana akan lebih banyak mengambil keputusan yang mendukung tujuan dan nilai.

Kebijaksanaan dalam segala sesuatu sangatlah penting bagi setiap manusia. Mengapa manusia? Karena manusia memiliki pengetahuan dan akal budi untuk menentukan sebuah keputusan dengan baik dan benar dengan bijaksana. Dalam Injil hari ini Yesus hendak menegaskan kepada kita semua betapa pentingnya bertindak bijaksana dalam menjalankan peraturan. Mengapa perlu ada aturan untuk mengatur setiap orang? Karena aturan dibuat untuk memudahkan manusia mencapai tujuan bersama. Mengenai aturan tentang berpuasa itu maka datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi berpuasa tetapi murid-muridMu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka “Dapatkan sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka?” Mengenai pertanyaan tersebut orang-orang Farisi hendak menekankan aturan yang berlaku tetapi hal tersebut telah diketahui dengan jelas oleh Yesus sendiri. Yesus juga mencoba memahami peraturan tentang puasa dengan melihat waktu dan maksud yang tepat untuk berpuasa.

Yesus hendak menegaskan bukan hanya kepada orang-orang Faris yang membandingkan murid-murid Yohanes dengan murid-murid Yesus mengenai berpuasa tetapi kepada kita semua bahwa aturan dibuat untuk diikuti. Tetapi kita juga harus menyadari apa tujuan dan maksud dari peraturan yang kita jalankan. Hendaklah kita sebagai manusia yang memiliki akal budi dan pengetahuan yang baik mampu mengambil keputusan dengan bijaksana mengenai aturan yang dibuat. Yesus juga memberikan contoh yang baik kepada kita yakni “Tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula”. Contoh yang diberikan oleh Yesus hendak mengajarkan kepada kita betapa pentingnya bijaksana dalam segala hal. Maka marilah dalam kehidupan setiap hari, kita berani mengambil keputusan dengan bijaksana dalam segala hal.

Fr. Louis Sainyakit

“Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Mrk. 2:20).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, tuntunlah kami agar dalam hidup kami selalu mengambil keputusan dengan bijaksana, baik dan benar. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini