“KESIAPAN MENERIMA RAHMAT TUHAN”: Renungan, Rabu 10 Januari 2024

0
1036

Hari Biasa (H)

1Sam. 3:1-10,19-20; Mzr. 40:2,5,7-8a,8b-9,10; Mrk. 1:29-39

 Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan pembagian sembako atau bantuan di desa. Hal mencolok yang dapat kita lihat ialah ada banyak sekali orang yang datang berbondong-bondong untuk mengambil sembako tersebut. Jika mereka datang terlambat, maka sudah dipastikan bahwa sembako atau bantuan tersebut tidak akan mereka dapatkan. Kesiapan untuk datang merupakan perwujudan konkret yang menunjukkan bahwa mereka membutuhkan sembako atau bantuan tersebut untuk melangsungkan kehidupan mereka.

Hari ini kita mendengar kisah Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus bersamaan dengan semua orang sakit dan mereka yang kerasukan setan. Yesus di hadapan para muridNya adalah seorang yang memiliki kuasa yang sangat besar. Ia tidak sebatas mengajarkan perintah Tuhan melalui perkataan belaka. Namun lebih dari pada itu, Ia juga sekaligus menghidupinya dalam karya-karya dan pelayanan yang dikerjakanNya. Kesembuhan yang diperoleh oleh mereka yang sakit dan kerasukan setan pertama-tama datang dari kesiapan diri mereka untuk menerima rahmat Tuhan. Adanya kepercayaan serta pengharapan yang penuh terhadap Yesus, yang kemudian mendorong mereka untuk menyerahkan diri seutuhnya dan disembuhkan melalui rahmatNya.

Dalam bacaan pertama kita juga mendengarkan kisah nabi Samuel yang dipanggil oleh Tuhan. Pangilan itu diterima dengan kesiapsediaan untuk mendengarkan panggilan Tuhan, yang kita temukan dalam perkataannya “Bersabdalah ya Tuhan, hambaMu mendengarkan.” Kesiapan merupakan tanda penyerahan diri secara utuh dalam kehendak Tuhan, dan syarat utama untuk dapat menerima rahmat Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita tidak bersedia untuk memberikan diri kepada kuasa Tuhan, maka kita tidak akan memperoleh rahmatNya, sama halnya dengan kisah sembako di atas.

Kesiapan untuk menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan sulit untuk dihayati, namun bukan berarti tidak dapat dilakukan. Yesus selalu membuka hatiNya kepada siapa saja yang ingin datang kepadaNya untuk memperoleh rahmat dan keselamatkan. Dalam memperoleh keselamatan itu, yang kita butuhkan adalah kesiapan diri untuk datang kepadaNya dan berserah diri dalam kuasaNya, Sama seperti perkataan Mazmur yang menguatkan kita hari ini: “Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendakMu.”

Fr. Herman Kelvin Ngeljaratan

 “Dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan kerasukan setan. Waktu menemukan Dia mereka berkata: ‘Semua orang mencari Engkau’.” (Mrk. 1:32b.37)

Marilah berdoa:

Bapa yang Mahakuasa, kami serahkan segala kehidupan kami di dalam namaMu yang mulia dan kudus. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini