Hari Biasa (H).
1Sam. 18:6-9; 19:1-7; Mzm. 56:2-3,9-10a,10b-11,12-13; Mrk. 3:7-12
Bangsa Indonesia telah memasuki tahun politik yaitu masa dimana akan diadakan pemilihan presiden-wakil presiden dan juga anggota dewan perwakilan rakyat pada bulan Februari mendatang. Pesta pemilihan ini pun melahirkan tokoh-tokoh yang mulai memperkenalkan diri dengan berbagai visi dan misi yang ditawarkan demi menarik simpati dan suara masyarakat. Tak bisa dipungkiri bahwa nantinya banyak sekali orang yang akan berbondong-bondong untuk mendukung pilihan mereka dan terus menerus mengikuti pilihan yang mereka banggakan. Pilihan mengikuti tokoh kebanggaan ini berkaitan dengan militansi dan fanatisme yang didasari pada visi dan misi demi membangun masa depan. Kita pun dapat melihat sebenarnya apa alasan atau motivasi seseorang dalam mengikuti tokoh pilihan. Hari ini pun, bacaan-bacaan Kitab Suci mengajak kita untuk berefleksi sejenak mengenai motivasi seorang kristiani untuk mengikuti Tuhan.
Kisah kecemburuan Saul terhadap Daud dalam bacaan pertama ingin menampilkan bahwa sebenarnya Daud sudah lebih terkenal di kalangan banyak orang dari pada Saul, padahal Saul adalah seorang raja. Nama Daud pun dikenal sehingga banyak wanita berseru dengan membandingkan Saul dan Daud. Banyak orang secara tidak langsung mengikuti dan bersimpati kepada Daud karena prestasi Daud. Wajarlah Saul sang raja cemburu. Tetapi dalam situasi yang demikian, Saul pun pada akhirnya mengurungkan niat tersebut berkat anaknya Yonatan yang mengabarkan segala kebaikan dan perbuatan Daud kepada bangsa Israel.
Dalam kehidupan ini, sering kali kebaikan dan kebenaran yang dilakukan oleh seseorang tidak diperhitungkan sehingga melahirkan kecemburuan. Tetapi pada akhirnya, Tuhan akan memberikan keadilan, bahwa karena cinta maka perdamaian akan terjadi. Kasih dan kebaikan sebenarnya harus menjadi motivasi untuk mengikuti seseorang. Bacaan Injil memberikan gambaran bahwa banyak orang mencari dan mengikuti Tuhan karena mereka mendengar segala yang dilakukan oleh Yesus. Mereka ingin disembuhkan dan berusaha menjamah Yesus. Motivasi orang banyak adalah ingin memperoleh kesembuhan. Mereka percaya bahwa dalam Yesus, mereka akan memperoleh kehidupan dan disembuhkan dari berbagai penyakit.
Orang Kristen zaman ini sebenarnya harus mengoreksi diri dan melihat kembali motivasi apa yang membuat mereka terus menerus mengikuti Tuhan. Sering kali kita kehilangan arah dan tujuan sehingga melahirkan kecemburuan terhadap sesama yang juga sedang dalam perjalanan mencari dan mengikuti Tuhan. Tetapi Tuhan pun terus berkarya. Tuhan memberikan keadilan dan perdamaian sehingga pada akhirnya orang bersatu padu untuk bersama-sama mengikuti Tuhan. Kita harus mengakui bahwa motivasi mendasar kita mengikuti Tuhan adalah ketergantungan manusia akan belaskasih Tuhan. Manusia tak berdaya tanpa Tuhan karena milik Tuhanlah seluruh ciptaan. Sehingga pada akhirnya kita yang telah menemukan jalan Tuhan, akan mengakui Yesus sebagai Putra Allah.
Fr. Raymond C. Lontoh
“Engkaulah Anak Allah” (Mrk. 3:11).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami tetap setia sampai akhir dalam mengikutiMu. Amin.











