Hari Biasa Masa Natal (P)
1Yoh. 3:7-10; Mzm. 98:1,7-8,9; Yoh. 1:35-42.
Benar berarti sesuai dengan fakta, betul, atau tidak salah. Inilah yang menjadi keinginan atau harapan dari semua orang. Karena benar itu memiliki nilai yang baik. Benar juga berarti jujur dan adil. Dengan demikian setiap manusia dituntut agar hidup benar. Benar pada diri sendiri dan dianggap benar pada orang lain.
Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk hidup benar, hidup dengan bersumber pada kebenaran itu sendiri. Dalam bacaan pertama dikisahkan bagaimana kita harus hidup benar. Kita diminta untuk hidup benar, sebab kebenaran itu adalah benar, adil, dan jujur. Kita harus hidup benar karena Allah itu benar pada diriNya dan pada kita sebagai orang yang telah dipanggil. Kebenaran Allah itu terungkap dalam diri Yesus. Dikatakan dalam bacaan pertama juga bahwa Yesus itu benar, benar dalam tindakan dan perkataan. Lawan dari kebenaran itu adalah dosa. Dikatakan dosa sebab lawan dari benar adalah tidak benar, dan jika tidak benar, sesungguhnya itu adalah perbuatan iblis dan berasal dari iblis.
Kita sebagai orang-orang yang telah dipanggil dan percaya padaNya hendaklah mewujudnyatakan kebenaran Allah dalam tindakan dan perkataan kita. Dikatakan dalam bacaan injil, kita dipanggil untuk mengetahui keberadaan Allah dan tinggal bersamaNya. Tinggal bersamaNya menuntut kita untuk harus bertindak dan berkata benar. Dalam setiap tugas dan tanggung jawab hendaklah kita laksanakan dengan benar. Karena terkadang kita sebagai manusia ingin mencari pujian, sehingga dengan cara apa pun pasti kita lakukan agar mendapat pujian. Tetapi kita perlu sadari dan berpegang pada sumber kebenaran itu sendiri. Kita telah menyambut dan merayakan kehadiran Yesus, lewat peristiwa kelahiranNya. Kelahiran Yesus sesungguhnya mau menyatakan Allah itu benar. Kebenaran Allah itu terungkap dalam perkataan dan perbuatan Yesus. Ia tidak mencari pujian dari setiap orang yang Ia jumpai.
Dalam kehidupan kita diminta untuk hidup benar, adil dan jujur, sebab kita bukan hidup sendirian. Kita hidup berdampingan dengan orang lain. Kita sering berjumpa dengan orang lain, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan masyarakat. Dengan demikian kita harus benar, adil, dan jujur dalam hidup ini. Karena jika kita tidak hidup benar sesungguhnya kita tidak mengenal Allah. Sebaliknya, jika kita hidup benar berarti kita mengenal Allah.
(Fr. Willem Landa)
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, jadikanlah kami saksi kebenaranMu dalam setiap langkah hidup kami ini. Amin.











