“TUHAN: OBAT MUJARAB”: Renungan, Sabtu 9 Desember 2023

0
857

Hari Biasa Pekan I Adven (U)

 Yes. 30:19-21,23-26; Mzm. 147:1,2,3-4,5-6; Mat. 9:35-10:1,6-8.

Dalam kehidupan ini setiap orang pasti pernah merasa sakit, baik itu sakit secara fisik maupun non-fisik. Sakit fisik itu bisa berupa demam, flu, sakit kepala, bengkak akibat terbentur dan masih banyak lagi. Sedangkan sakit non-fisik ialah ketika kita mengalami sakit hati yang menyebabkan kita menangis. Maka untuk mengatasi semuanya itu diperlukan obat serta perawatan yang maksimal agar kita dapat memperoleh kesembuhan.

Bacaan-bacaan yang kita dengarkan hari ini juga berbicara tentang Tuhan sebagai penyembuh segala luka dan sakit.  Bacaan pertama menceritakan jaminan kebahagiaan Tuhan bagi bangsa yang berdiam di Yerusalem. Mereka tidak akan lagi menangis dan seruan mereka akan dijawab olehNya. Bahkan Ia akan memberi mereka roti yang berlimpah-limpah, ternak mereka pun diberi makan enak, serta sumber air melalui sungai-sungai. Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini bercerita tentang Yesus yang berkeliling ke semua kota dan desa untuk memberitakan Kerajaan Allah, mengadakan mukjizat, dan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kemudian Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan Kerajaan Allah kepada domba-domba yang sesat, serta melakukan berbagai mukjizat seperti membangkitkan orang mati, menyembuhkan penyakit, dan menahirkan orang kusta.

Oleh karena itu, kita dapat melihat adanya kesinambungan antara bacaan pertama dan bacaan Injil. Keduanya sama-sama berbicara tentang Tuhan yang hadir sebagai pemberi kebahagiaan dan sukacita lewat tindakanNya. Ia hadir di tengah-tengah umat manusia guna memberikan kesembuhan dari segala jenis sakit yang kita alami, menghapus segala air mata yang jatuh di pipi kita dan menggantinya dengan senyuman manis. Namun adakalanya di saat Tuhan sudah menjawab seruan dan doa-doa kita, justru kita yang sering kali mengabaikan kehendak Tuhan dengan berulang-ulang melakukan tindakan dosa. Meskipun demikian, Tuhan tetap menyayangi kita. Oleh sebab itu, kita harus sadar dan harus selalu berbuat sesuai dengan kehendakNya. Karena hanya melalui Dialah, segala luka dan sakit dapat disembuhkan.

Fr. Mario R. B. Ngantung

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan” (Mat. 10:8).

Marilah berdoa:

Tuhan, sembuhkanlah kami para hambaMu yang sedang mengalami sakit. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini