PW S. Ambrosius, Usk, PujG (P)
Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9, 19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27.
“Bukan yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.” Ini merupakan seruan penting dari bacaan Injil hari ini kepada kita sebagai umat Allah. Kita mendapatkan suatu pemberitahuan yang penting bahwa berdoa saja tidak cukup. Lalu apa yang harus kita lakukan apabila berdoa saja tidak cukup?
Berdoa memanglah hal yang paling masuk akal untuk dilakukan oleh orang beriman. Tidak masuk akal apabila orang beriman tidak berdoa. Karena berdoa adalah cara orang beriman untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Akan tetapi, bagi umat Kristen, berdoa saja tidak cukup untuk membangun hubungan yag intens dengan Tuhan. Hari ini Yesus hendak mengatakan kepada kita bahwa tindakan berdoa perlu diimbangi dengan tindakan nyata, sebab melalui hal ini kita membangun komunikasi dengan Allah secara lebih dekat. Dekat melalui komunikasi yang dibangun dengan berdoa, dan dekat secara lebih intens, yakni mendengar dan melaksanakan apa yang dikehendaki Tuhan melalui firmanNya.
Sebagai orang Kristen di tengah dunia yang dewasa ini, salah satu cara mencerminkan identitas kita sebagai pengikut Kristus adalah melalui tindakan atau perilaku kita setiap hari. Oleh sebab itu, agar kita mampu berperilaku sebagai pengikut Kristus, kita harus mampu mendengarkan, memahami, dan melaksanakan firman-Nya, sehingga kita memiliki dasar dan pengetahuan iman yang baik sebagai penuntun untuk mampu berperilaku dalam kehidupan kita setiap hari.
Dengan demikian, seruan ora et labora (berdoa dan bekerja) tidak hanya menjadi hal yang lazim didengar, melainkan pula lazim dalam tindakan keseharian kita. Hari ini Yesaya pun mengingatkan kita bahwa kita harus selalu percaya dan berpegang teguh kepada Tuhan agar kita diberikan damai sejahtera serta perlindungan dari padaNya. Melalui semua itu, kita akan diantar pada persatuan penuh dengan Allah dalam kehidupan abadi.
(Fr. Givilier Tethool)
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu” (Mat. 7:24).
Marilah berdoa:
Ya Allah, kiranya kami selalu diperkenankan untuk mengenal dan melaksanakan apa yang Engkau kehendaki, sehingga kami layak dan pantas untuk dipersatukan dalam kehidupan bersama denganMu di dunia ini maupun di surga nanti. Amin











