“MARIA IMMACULATA”: Renungan, Jumat 8 Desember 2023

0
1301

HR. SP. Maria Dikandung Tanpa Noda (P)

Kej. 3:9-15,20; Mzm. 98:1,2-3ab,3bc-4; Ef. 1:3-6,11-12; Luk. 1:26-38.

Dalam Gereja Katolik ada empat dogma tentang Maria. Keempat Dogma tentang Maria adalah Maria Bunda Allah, Bunda Maria tetap Perawan, Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda, dan Bunda Maria diangkat ke Surga.  Hari ini Gereja Katolik secara universal merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung Tanpa Noda. Perayaan ini adalah perayaan panggilan kesucian dan panggilan kekudusan bagi semua putera-puteri Gereja. Kita semua dapat belajar dari iman Bunda Maria yang dalam panggilan hidupnya sepenuhnya berserah kepada Allah. Akan tetapi, mengapa harus Maria? Tentu harus selalu kita ingat bahwa setiap pengajaran tentang Maria pada akhirnya menunjuk pada Kristus.

Bacaan hari ini menunjukkan rencana keselamatan Allah bagi umatNya. Hanya di dalam Kristus, Allah memilih kita untuk menjadi anakNya agar kita dapat memperoleh kasih karunia dan kekudusan. Kehadiran Bunda Maria sangat berpengaruh bagi rencana dan karya keselamatan Allah untuk seluruh umatNya. Karena itu, Allah memilih Maria untuk melahirkan PuteraNya, Sang Penebus dunia, dan sejak awal hidupnya ia telah dipersiapkan untuk mengemban tugas luhur ini. Melalui dialah Tuhan menyalurkan rahmat penyelamatanNya kepada manusia. Tuhanlah sumber rahmat, sedangkan Maria hanyalah ‘salurannya’.

Sebagai saluran rahmat Allah bagi manusia, sudah selayaknya Bunda Maria itu penuh rahmat, suci dan tidak bercela. Melalui Maria, kutuk dosa diganti dengan berkat bagi manusia. Bunda Maria adalah manusia biasa sama seperti kita; ia juga keturunan Adam. Sebagaimana kita, ia pun hidup di dalam dunia yang penuh dosa ini. Namun, ia mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun, yaitu ia sudah sejak kekal ditentukan Allah untuk menjadi Bunda PuteraNya. Meskipun Allah menghapus dosa dari Maria pada saat dia dikandung, Allah tidak menghapus kehendak bebasnya dan kebebasan memilihnya.

Bunda Maria dalam perjalanan hidupnya pun pernah mengalami situasi dimana ia merasakan kecemasan, pergumulan dan tantangan hidup yang dialami manusia. Akan tetapi meski demikian hal itu tidak merubah iman dan keyakinan Maria. Ia tetap menaruh keyakinan pada Allah, dan siap sedia melakukan kehendak Allah. Melalui bacaan hari ini kita pun diajak untuk tetap berada dalam kasih karunia Tuhan dengan memohon kepadaNya agar kiranya kita dapat melaksanakan kehendakNya sama seperti Bunda Maria yang memilih untuk melaksanakan kehendak Tuhan.

 (Fr. Michael A. R. Tumundo)

“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil”

Marilah berdoa:
Tuhan, berilah aku rahmat-Mu agar aku dapat mengetahui kehendak-Mu, dan mampukanlah aku untuk melaksanakan kehendak-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini