“KUASA KASIH”: Renungan, Rabu 6 Desember 2023

0
789

Hari Biasa Pekan I Adven (U).

Yes. 25:6-10a; Mzm. 23:13a,3b-4,5; Mat. 15:29-37

Saudara terkasih, dalam kehidupan kita sehari-hari ada begitu banyak peristiwa yag kita alami. Peristiwa-peristiwa itu seringkali membuat kita merasa kelelahan dan kelaparan. Mungkin kita merasa lelah karena masalah finansial, masalah kesehatan, atau masalah hubungan. Mungkin kita merasa lapar akan cinta, perdamaian, atau makna dalam hidup ini.

Dalam Injil hari ini, Matius memperlihatkan kepada kita dua peristiwa yang menakjubkan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, yakni peristiwa penyembuhan orang-orang sakit dan pemberian makan empat ribu orang. Dua peristiwa ini menunjukkan kuasa kasih Tuhan yang begitu dahsyat. Tuhan Yesus mengasihani orang banyak yang mengikutiNya selama tiga hari penuh untuk mendengar pengajaranNya. Selama orang banyak itu mengikuti Yesus, mereka tidak makan. Mereka itu adalah orang-orang yang haus akan pengajaranNya, dan mereka begitu terikat pada kuasa penyembuhanNya. Tetapi, sebagai manusia biasa, pasti memiliki kelemahan fisik, dan Tuhan Yesus dalam kerahimanNya, tidak hanya menyembuhkan mereka secara rohani, tetapi juga menguatkan fisik mereka yang lemah dengan cara memberi makan kepada para pengikutNya.

Saudara terkasih, kuasa kasih dari Tuhan Yesus begitu besar sehingga orang yang sakit, lumpuh, menderita, dapat mengalami kesembuhan dari padaNya, dan yang mengalami kelaparan dapat dikenyangkan dari lima roti dan dua ekor ikan. Melalui lima roti dan dua ekor ikan, Yesus dapat memberi makan kepada para pengikut yang kira-kira empat ribu. Demikian juga kita akan mengalami kuasa kasih dari Tuhan seperti yang dialami oleh empat ribu orang itu. Namun bagaimana kita dapat mengalami kuasa kasih itu?

Untuk mengalami kuasa kasih itu diperlukan sikap kerendahan hati untuk mengakui kekurangan dan keterbatasan hidup kita, menjadi kecil di hadapanNya, dan mengandalkan Dia dalam hidup kita. Kerendahan hati itu mendorong kita untuk senantiasa meminta pertolongan Tuhan dan percaya bahwa kasihNya akan menjadi nyata dalam hidup kita. Kita belajar bahwa Tuhan Yesus adalah sumber penghiburan, penyembuhan, dan berkat bagi kita. Kita juga dipanggil untuk berbagi kasih kepada sesama dan memiliki iman bahwa Tuhan Yesus bisa melakukan keajaiban dalam hidup kita.

Fr. Rafael Angwarmas

  “Hatiku tergerak oleh belas kasihan” (Mat. 15:32).

Marilah berdoa:

Tuhan, jadikanlah aku pribadi yang mampu menunjukkan kasih pada sesama. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini