Hari Biasa (H)
Dan. 7:15-27; MT Dan. 3:82-87; Luk. 21:34-36.
Bacaan Injil hari ini memperlihatkan bahwa Yesus memberi peringatan keras kepada para murid-Nya. Yesus memperingatkan mereka: “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi.”
Peringatan Yesus tersebut mengingatkan saya pada kejadian yang terjadi di tempat asal saya. Di suatu hari dalam sebuah pesta perkawinan terjadi perkelahian besar yang dilakukan oleh kaum Adam sehingga membuat pesta itu ditutup. Dalam perkelahian tersebut, ada yang mengalami luka-luka pada bagian wajah dan bagian tubuh yang lain. Keesokan harinya, para pelaku diamankan oleh pihak yang berwajib. Setelah ditelusuri, ternyata perkelahian tersebut diakibatkan karena para pelaku sudah berada dalam pengaruh minuman keras (mabuk).
Selain itu, beberapa tahun yang lalu juga ada sebuah kasus mengenai orang mabuk yang menabrak orang mabuk. Singkat cerita, orang mabuk yang ditabrak langsung meninggal di tempat kejadian. Sedangkan orang yang menabrak, mengalami luka-luka bahkan ada giginya yang patah karena terjatuh dari sepeda motor.
Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa kita harus berjaga-jaga karena kita tidak tahu kapan celaka itu datang menimpa kita.
“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan jatuh ke atas dirimu secara tiba-tiba seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”
Selain berjaga, Yesus juga meminta agar kita senantiasa berdoa, karena doa merupakan dasar hidup bagi semua orang beriman. Dengan doa, setiap orang beriman mendapat kekuatan dalam menjalani hidup. Segala tantangan dalam hidup bisa ia lalui karena doa kepada Tuhan. Sebaliknya orang beriman yang melupakan doa akan mudah terjatuh dalam kedosaan dan celaka tepat berada di belakang, mengintai serta menunggu saat yang tepat untuk menyerang.
(Fr. Cristefillius Rembaen)
“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan; roh memang penurut, tapi daging lemah” (Mrk. 14:38).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bantulah kami agar selalu berjaga-jaga dan tidak mementingkan kepentingan duniawi, serta bimbinglah kami agar senantiasa menjadikan doa sebagai dasar kehidupan kami setiap hari. Amin











