“SUCIKAN TUBUHMU”: Renungan, Jumat 24 November 2023

0
980

Pw S. Andreas Dũng Lac, ImdkkMrt (M)

1Mak. 4:36-37,52-59; MT 1Taw. 29:10,11abc,11d-a2a,12bcd; Luk. 19:45-48

Kehidupan yang tertib, aman dan berjalan sesuai dengan fungsinya pasti menjadi dambaan semua orang. Karena hidup yang demikian akan menciptakan kedamaian.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata: “Ada tertulis: RumahKu adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Kalimat ini sangat penting bagi kita dan patut direnungkan. Yesus hendak menegaskan bahwa Bait Allah adalah rumah doa, bukan tempat perdagangan atau pasar. Bait Allah adalah tempat suci dan bukan sarang penyamun.

Perlu diketahui bahwa Bait Allah bukan hanya sekadar sebuah gedung atau bangunan gereja. Tubuh kita juga merupakan Bait Allah karena di dalam tubuh kita terdapat Roh Kudus yang dari Allah (lih. 1 Kor. 6:19). Oleh karena itu, kita harus menyucikan diri dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang mengotori tubuh. Fungsi tubuh kita adalah untuk melakukan hal yang baik dan benar karena tubuh kita adalah Bait Allah.

Seringkali kita menganggap tubuh ini kepunyaan saya jadi bebas melakukan apa saja. Dengan tangan, saya memukul dan menindas orang lain, atau dengan kaki, saya merendahkan orang lain. Bahkan kita mungkin menggunakan tubuh kita untuk pergaulan bebas. Jika tubuh yang adalah Bait Allah digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, maka itu sama dengan kita menjadikan Bait Allah sebagai sarang penyamun. Hal inilah yang dikecam oleh Yesus bahwa seharusnya tubuh kita digunakan untuk melakukan perbuatan baik dan benar.

Yesus adalah teladan bagi kita dalam menyucikan Bait Allah. Dengan tubuhNya Yesus banyak melakukan kebaikan. Dengan kakiNya Ia berjalan untuk mewartakan kabar gembira, serta mengajar di Bait Allah. Bahkan Ia rela dipaku di kayu salib untuk menyelamatkan kita umatNya. Kita harus mengikuti teladan Yesus, dimulai dari hal-hal yang sederhana seperti mengulurkan tangan untuk membantu orang-orang pinggiran, bekerja untuk menghidupi keluarga, berdoa dan lain sebagainya.

Marilah kita menyucikan tubuh kita yang merupakan Bait Allah dengan cara melakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi banyak orang. Marilah kita menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan jahat yang mengotori Bait Allah, sehingga kita boleh menjadi pengikut Yesus yang benar dan setia.

(Fr. Jefrin Wuda)

 “Ada tertulis: RumahKu adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk. 19:46).

Marilah berdoa:

Ya Allah, ajarlah kami untuk menggunakan tubuh ini untuk memuliakanMu lewat perbuatan baik. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini