“MENUJU HIDUP KEKAL”: Renungan, Kamis 2 November 2023

0
1974

Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman (U/T).

BcE. 2Mak. 12:43-46; Mzm. 143:1-2,5-6,7ab,8ab.10; 1 Kor. 15:20-24a.25-28; Yoh. 6:37-40.

Hidup manusia merupakan sebuah perjalanan untuk mencapai sebuah tujuan akhir. Gereja Katolik melihat bahwa tujuan akhir dari kehidupan beriman adalah pesekutuan dengan Allah di surga. Gereja Katolik mengimani bahwa umat beriman yang hidup di dunia ini merupakan persekutuan umat yang sedang berziarah. Mereka yang telah meninggal diimani sebagai persekutuan yang sedang berjuang dalam penyucian dan kemurnian. Setelah disucikan dan dimurnikan, maka mereka akan mencapai persekutuan dengan Allah di surga bersama para kudus dan para malaikat. Tetapi, bagaimanakah kita mencapai persekutuan hidup bersama Allah.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk berefleksi sejenak dan merenungkan tentang cara-cara kita agar dapat mencapai kehidupan kekal. Kitab 2 Makabe menceritakan tentang perbuatan mulia Yudas. Ia berinisiatif mengumpulkan uang untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa dan mendoakan para tentara yang telah meninggal dalam pertempuran dengan harapan agar dosa mereka yang telah meninggal, dihapuskan. Yudas melakukan hal tersebut karena ia percaya akan penghapusan dosa dan kebangkitan. Perbuatan mulia ini mengajarkan kita bahwa, mendoakan orang mati dapat membantu mereka yang telah meninggal untuk mencapai kehidupan kekal.

Rasul Paulus pun dalam suratnya yang pertama kepada Jemaat di Korintus, juga membicarakan tentang kehidupan kekal yang diperoleh melalui Yesus. Kematian kita terjadi karena dosa yang diperbuat. Tetapi pada akhirnya maut dan dosa pun dikalahkan oleh Yesus. Kristuslah yang pertama kali dibangkitkan dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus pun menghancurkan kuasa dosa dan maut yang menimpa umat manusia. Kebangkitan Kristus juga membuka pintu kebangkitan bagi orang-orang yang telah meninggal. Sehingga dalam Kristus, kita dibangkitkan dari kematian kekal. Injil Yohanes pun berbicara tentang kehidupan kekal yang terpenuhi dalam diri Yesus sang Roti Hidup. Yesus yang ditutus Bapa di surga, datang untuk mengumpulkan semua orang, agar tidak ada satu pun yang hilang. Sebab Kristus merupakan jalan kepada kehidupan yang kekal. Setiap orang yang datang dan percaya kepada Kristus akan dibangkitkan dan memperoleh hidup kekal.

Hari ini, Gereja mengenangkan arwah semua orang beriman. Setelah kemarin kita memperingati para kudus di surga, kita juga mengingat saudara seiman kita yang sementara berjuang dalam penyucian. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk mendoakan mereka yang sedang berada dalam penyucian seraya kita juga mempersiapkan diri kita untuk menuju kehidupan abadi tersebut. Kisah Yudas mengajarkan kita untuk juga mengingat dan mendoakan mereka yang telah meninggal. Doa-doa kita dapat menjadi sarana bagi mereka yang telah meninggal agar dapat memperoleh belas kasih Allah. Kita yang masih hidup pun harus mempersiapkan diri kita. Mengikuti perayaan ekaristi, berdoa/devosi dan berbuat baik, menjadi sarana bagi kita untuk mempersiapkan diri dalam menuju kehidupan kekal di surga.

Fr. Raymond C. Lontoh


“Setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”
(Yoh. 6:40)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga karena rahmat dan belas kasih-Mu, kami semua Kau perkenankan bersatu dan berbahagia bersama-Mu di Surga. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini