“BUAH DARI KERENDAHAN HATI” : Renungan, Minggu 5 November 2023

0
1525

Hari Minggu Biasa XXXI (H)

BcE Mal. 1:14b-2:2b,8-10; Mzm 131 1,2,3; 1Tes. 2:7b-9,13; Mat 23:112.

 Kata pencitraan sudah tidak asing lagi bagi kita. Pencitraan adalah usaha untuk menonjolkan citra diri yang baik kepada publik kendati apa yang dilakukan itu adalah kebohongan semata. Tujuan dari pencitraan ialah supaya orang lain terkesan dengan apa yang diperbuatnya. Istilah ini sering muncul dalam dunia politik khususnya pada saat mendekati masa pemilihan umum. Pencitraan dibuat untuk menarik suara dari masyarakat, tetapi dilakukan dengan rekayasa semata. Dengan demikian pencitraan akan melahirkan kemunafikan di hadapan banyak orang.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang memberikan nasehat kepada banyak orang dan para Murid-Nya agar supaya jangan sampai menjadi orang yang munafik seperi para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Orang-orang demikian tersohor dengan pencitraan diri di hadapan banyak orang. Yesus hendak membentuk kepribadian orang banyak dan para muridNya agar mereka hidup dengan rendah hati dan bukan untuk menjadi orang yang munafik demi mendapatkan pujian dari orang lain. Yesus berkata, “Tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya”. Penegasan Yesus ini dimaksudkan agar para pengikut-Nya berjalan seimbang antara perkataan dan perbuatan. Yesus mau agar setiap pribadi hidup dalam keutamaan, yaitu kerendahan hati dan menjadi pelayan yang melayani dengan sepenuh hati tanpa mengharapkan penghargaan dan pujian dari orang lain.

Sebagai manusia biasa, kita sering jatuh dalam kecenderungan untuk melakukan pencitraan agar supaya kita terlihat baik di mata orang lain. Kecenderungan tersebut pada akhirnya akan mengantar kita pada kemunafikan. Kemunafikan tersebut akan membuat kita menyimpang dari jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan. Dalam bacaan pertama dituliskan bahwa orang yang menyimpang dari jalan Tuhan akan tergelincir dan akan dipandang sebagai orang yang hina dan rendah.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita agar menjadi orang yang cinta akan keutamaan khususnya kerendahan hati dan tulus. Walaupun ada hal besar yang telah kita perbuat, tetapi bila dimaksudkan untuk pencitraan, yaitu untuk dilihat dan dipuji orang, maka hal tersebut sama sekali tidak berharga. Sedangkan jika kita berbuat hal yang kecil sekalipun bagi orang lain tetapi didasarkan pada kerendahan dan ketulusan hati, maka hal tersebut semakin mengangkat harga diri kita sebagai pengikut Kristus.

(Fr. Bosco Pontoh)

“Barang siapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan” (Mat 23:12)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, Bantulah kami supaya kami menjadi orang yang rendah hati. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini