Hari Biasa (H).
Bar. 1:15-22; Mzm. 79:1-2,3-5,8-9; Luk. 10:13-16.
Injil hari ini mengisahkan kecaman Yesus terhadap beberapa kota, yakni Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Yesus dengan sangat tegas menyampaikan kecaman ini. Terhadap Khorazim dan Betsaida, Yesus menegaskan bahwa pada hari penghakiman tanggungan Tirus dan Sidon lebih ringan dari pada mereka. Terhadap Kapernaum, Yesus menegaskan bahwa mereka akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Kecaman ini dibuat Yesus tidak lain karena keberdosaan manusia. Kendati telah berdosa, namun manusia tidak mau bertobat dan berkabung. Mukjizat-mukjizat yang dibuat oleh Yesus tidak sungguh menyadarkan mereka akan keberdosaan yang telah dibuat. Dosa membuat mereka jauh dari Tuhan.
Dalam bacaan yang pertama dikisahkan perihal pengakuan dosa umat kepada Allah. Keberdosaan umat diakui oleh mereka, keberdosaan yang membuat mereka malu kepada Allah. Bahkan diakui juga bahwa mereka telah berbalik kepada allah-allah yang lain, sesuai dengan angan-angan mereka yang jahat. Mereka menyadari bahwa keberdosaan mereka dapat mendatangkan bencana dan laknat yang diperintahkan Tuhan. Di balik keberdosaan umat itu juga, mereka mengakui bahwa keadilan senantiasa ada pada Tuhan.
Antara bacaan Injil dan bacaan dari kitab Barukh, ada perbedaan sikap yang ditunjukkan. Jelas dalam Injil ada kecaman dari Yesus karena keberdosaan umat kendati Yesus telah mengadakan mukjizat-mukjizat. Tindakan Yesus tidak menyadarkan umat akan keberdosaan mereka, maka dari itu kecaman pun datang atas mereka. Sebaliknya, dalam bacaan yang pertama nampak kerendahan hati umat untuk mengakui dosa yang telah dibuat. Dalam keberdosaan itu pula mereka mengakui keadilan Tuhan. Mereka juga sadar bahwa keberdosaan mereka akan mendatangkan bencana.
Tuhan itu sungguh baik kepada umatNya. Sayang, kebaikanNya itu sering disalahartikan oleh manusia. Kendati Tuhan itu baik, manusia juga perlu berbuat baik atau menjauhi perbuatan dosa. Kebaikan Tuhan juga menyadarkan manusia akan sifatnya yang sering jatuh dari ke dalam dosa. Kebaikan Tuhan juga memotivasi manusia untuk berbuat baik. Kebaikan Tuhan mengajak manusia untuk bertobat. Manusia membutuhkan kerendahan hati untuk bertobat dan mau datang kepada Tuhan. Pertobatan sungguh membawa manusia datang kepada Tuhan, yakni keselamatan yang sejati. Sebaliknya, dosa akan menghantar manusia jauh dari Tuhan dan menuju kebinasaan. Ingatlah bahwa Tuhan senantiasa membuka pintu pertobatan kepada umatNya.
(Fr. Victor Helyanan)
“Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus aku.” (Luk. 10:16)
Marilah berdoa:
Tuhan, ampunilah kami dari segala dosa yang telah kami perbuat. Amin.











