“TANGGAPAN KETIGA”: Renungan, Minggu 15 Oktober 2023

0
1789

Hari Minggu Biasa XXVIII (H)

Yes.25:6-10a; Mzm. 23:1-3a.3b-4,5,6; Flp. 4:12-14,19-20; Mat. 22:1-14

Saudara terkasih, pada perjalannan apostolik ke Republik Ceko tanggal 25-27 April 1997, St. Yohanes Paulus II dalam misa bersama kaum muda berkata: “Jangan takut! Hidup bersama Kristus adalah petualang yang luar biasa”. Hal ini dikatakanya seraya menegaskan peran Roh Kudus dalam mengerjakan karya keselamatan Allah di tengan perjalan sejarah umat manusia.

Keselamatan merupakan suatu undangan yang datang dari Allah. Allah dalam kebijaksanaanNya menginginkan supaya semua orang selamat. Sejak dari perjanjian lama, Allah telah mengutus para nabi untuk mengerjakan keselamatan bagi bangsa Israel. Dalam perjanjian baru, Allah dalam diri PuteraNya, Kristus Yesus, pun telah mengerjakan keselamatan pada umat kesayangaNya. Tidak berhenti sampai disitu, sekarang, dalam diri Roh Kudus, Allah tetap mengundang dan mengerjakan keselamatan dalam diri umat manusia.

Penginjil Matius dalam perumpamaan tentang perjamuan kawin seorang anak raja menunjukkan dua tanggapan atas undangan keselamatan Allah. Pertama, manusia menolak undangan tersebut (Mat 22:6). Undangan telah diberikan tetapi karena ketegaran hati, manusia menolak undangan keselamatan yang telah Allah berikan. Manusia sibuk dengan dirinya sendiri. Pengalaman penolakan ini secara jelas telah digambarkan dalam sejarah bangsa Israel. Allah telah memilih mereka sebagai tamu-tamu dalam pesta keselamatan, namun mereka menolak firman Allah.

Kedua, manusia menerima undangan keselamatan, tetapi tidak merespon undangan tersebut dengan cara yang pantas (Mat 22: 11). Undangan telah diberikan oleh Allah, namun karena kedegilan hati, manusia tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang melawan kehendak Allah. Manusia dengan kehendak dan kesadaran terus-menerus melawan perintah dan kehendak Allah. Akibatnya manusia selalu jatuh dalam dosa. Manusia sama seperti tamu yang datang ke pesta tanpa memakai paikan yang pantas.

Undangan telah diberikan, bagaimana tanggapan kita? Menolak atau menerima dengan respon yang tak pantas? Hari ini, Yesus mengajak kita untuk berani membuat “tanggapan ketiga”, yakni menerima undangan keselamatan dan hidup menurut kehendak dan perintah Allah.  Jangan takut untuk menanggapi panggilan menuju keselamatan. Dalam optimisme bersama pemazmur, Yesus akan selalu menuntun, membimbing, dan menyegarkan kita, sekalipun kita berjalan di lembah yang kelam. Hal yang diperlukan adalah kesediaan untuk tinggal di rumah Tuhan sepanjang hidup. Tinggal bersamaNya akan mengajarkan betapa Ia selalu mencintai kita, dengan senantiasa memberikan berkat dan rahmat yang kita perlukan untuk mencapai keselamatan.

(Fr. Theofilus Pontoh)

“Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedkitlah yang dipilih” (Mat. 22:14)

Marilah berdoa:

Ya Allah, mampukanlah kami menanggapi undangan keselamatanMu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini