“LASKAR KRISTUS”: Renungan, Rabu 18 Oktober 2023

0
1151

Pesta S. Lukas, PengInj (M)

2Tim. 4:10-17a; Mzm. 19: 2-3,4-5; Luk. 10:1-9.

Pesta St. Lukas pengarang Injil diperingati di kesempatan hari ini oleh seluruh umat beriman Kristiani. St. Lukas dengan anugerah Allah melukiskan karya hidup Yesus yang sangat memperhatikan sesama manusia sekaligus mengundang mereka untuk mempunyai sikap murah hati dan peduli terhadap sesama. St. Lukas menyerahkan warisan tulisan suci ini bagi kehidupan Gereja sebagai Kabar Gembira. Kemudian Gereja mempersatukan pewartaan-pewartaan baik lisan maupun tulisan tersebut agar erat dan saling melengkapi. Pewartaan ini menghasilkan buah bagi pertumbuhan iman Gereja sampai pada saat ini.

Apa yang diungkapkan oleh St. Lukas dalam tulisan Injil memberi sentuhan manusiawi dari Ke-Allah-an Yesus. Begitu sederhananya Yesus dilahirkan di kandang domba, memperhatikan kaum yang lemah dan tersingkir bahkan menyembuhkan mereka yang sakit. Sampai pada pengorbananNya, Yesus masih tetap setia hingga wafat dan bangkit. Bacaan pertama mengungkapkan hal yang sama yang dilakukan oleh St. Lukas dan St. Paulus yang tetap setia mewartakan Kerajaan Allah dengan sepenuhnya dan semua orang yang bukan Yahudi mendengarnya. Sekalipun pewartaan ini mendapat banyak kecaman dan tantangan, Tuhan tetap memberikan jalan untuk kebenaran dan kebaikan ini.

Dari bacaan Injil juga kita dapat merenungkan bagaimana Yesus mengutus tujuh puluh murid. Mereka adalah orang-orang yang diberi kepercayaan dan tanggung jawab sebagai pewarta. Pewartaan ini sungguh membutuhkan orang-orang yang serius bekerja dengan tugas atau tanggung jawabnya. Tantangan dan ujian besar sudah menunggu di depan. Untuk itu segala perbekalan dunia dapat menjadi beban pewartaan kalau terus ditanggung.

Kita sebagai pengikut Kristus harus mampu menghadapi situasi saat ini yang mengganggu pewartaan kita. Kadang banyak yang indah tetapi itu adalah markas serigala yang penuh jebakan menggiurkan dan menjebloskan kita dalam penjara duniawi. Yang semula tujuan pewartaan kita benar ujungnya bisa keliru. Pewartaan yang dimaksud Yesus adalah pewartaan bersifat rohani dan spiritual. Kita tidak bisa begitu saja memaksa diri sendiri untuk tunduk pada dunia. Kita sebagai pengikut Kristus harus sepenuh hati mengikuti jejak-jejak suci sekalipun harus berjalan di tengah arus zaman yang sangat duniawi.  Kita memang lemah dan sangat manusiawi tetapi disitulah Allah mengungkapkan diriNya untuk menyertai langkah kita. Pengisian perbekalan hidup perlu memberatkannya pada perbekalan rohani. Perbekalan atau pundi-pundi perlu disiapkan dengan sikap ugahari atau kebersahajaan tanpa ada rasa kekhawatiran yang besar. Tentu kita butuh kenyamanan, makanan, dan tempat tinggal yang layak di dunia ini. Untuk itulah Allah mengutus kita dan Ia pasti menyertai.

(Fr. Dionesius Pasalin)

“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Luk. 10:2).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah kami muridMu yang setia. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini