“KUASA ALLAH YANG DAHSYAT”: Renungan, Jumat 13 Oktober 2023

0
1327

Hari Biasa (H).

Yl. 1;13-15;2:1-2; Mzm. 9:2-3,6,16,8-9; Luk. 11:15-26.

Dalam injil hari ini diceritakan tentang Yesus yang sedang melakukan mukjizat dengan menyembuhkan dan membebaskan seseorang dari kuasa si jahat. Pada saat itu ada banyak orang  yang menyaksikannya dan muncul beragam tanggapan dan komentar. Ada yang heran dan ada yang bertanya-tanya. Ketika peristiwa itu terjadi, beberapa orang salah memahaminya atau salah menafsirkannya. Mereka beranggapan bahwa Yesus memiliki kuasa Beelzebul atau penghulu setan. Beelzebul adalah nama atau sebutan lain iblis atau setan. Maka nama ini menjadi identik dengan penguasa tertinggi kerajaan kegelapan.

Kita telah diberi karunia dan berkat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang menanggapinya dengan ucapan syukur bahwa yang kita terima datangnya dari Tuhan, namun banyak juga dari kita masih memiliki kekerasan hati, bahwa segala sesuatu yang diterimanya semata-mata dari usahanya sendiri. Tindakan yang dibuat oleh Yesus dalam mengusir Roh jahat merupakan tindakan yang lazim di kalangan orang Yahudi. Maka muncul fitnah bahwa Yesus mengusir roh jahat. Kaum Farisi mengakui bahwa Yesus melakukan tindakan supranatural tetapi bukan dari Allah tetapi dari kuasa Beelzebul.

Bagaimana jawaban Yesus atas mereka? Yang pertama, Yesus menjelaskan bahwa kuasa Allah yang jauh lebih kuat itulah yang mengusir roh jahat. Dengan demikian, Tuhan Yesus menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Yesus berkata: Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu”.

Yang kedua, Yesus menjelaskan bahwa kita mesti tegas mengambil keputusan dalam iman percaya kepada-Nya. Yesus berkata: “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan”. Jika kita tidak tegas dalam iman percaya kepada-Nya, hidup kita menjadi tidak lebih baik daripada sebelumnya seperti yang Yesus katakan: “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu”. Keputusan kita sesungguhnya menjadi sangat mudah, karena ada kuasa yang dahsyat dari Yesus yang membantu kita dalam membuat keputusan itu.

(Fr. Jordy Mamahit)

“Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan” (Mzm. 9:9).

Marilah berdoa:

Ya Allah, ampunilah kami yang sering mengandalkan kekuatan diri sendiri dan mampukanlah kami untuk selalu menolak si jahat. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini