Pesta S. Simon dan Yudas, Ras (M). E Kem.
Ef. 2:19-22; Mzm. 19:2-3, 4-5; Luk.6:12-19.
Suatu ketika seorang frater hendak mundur dari jalan panggilannya. Dirasa bahwa keputusan itu tergesa-gesa untuk dilakukan, maka seorang pastor pun melarang dia dan mencoba mengurungkan niatnya itu. Pastor tersebut kemudian berpesan bahwa baiklah ia membawa pergumulannya dalam doa dan biarlah Tuhan memberikan jawaban yang terbaik sesuai rencanaNya. Setelah ditempa dengan proses yang panjang dan tidak mudah, ternyata frater itu tetap bertahan sampai akhirnya ia boleh ditahbiskan menjadi seorang imam. Selang beberapa waktu mengadakan misa perdana di beberapa gereja, pastor yang baru itupun kembali dipertemukan dengan pastor pembimbingnya sewaktu di seminari. Dalam pertemuan yang membahagiakan itu, ia mengungkapkan bahwa: “Inilah jawaban yang terbaik dari Tuhan dan saya merasa sangat bahagia dengan keputusan ini. Terima kasih banyak pastor!” Ucap imam baru itu sambil memeluk pastor pembimbingnya dengan haru.
Injil hari ini memuat dua kisah penting. Pertama, Yesus menghabiskan waktu sepanjang malam dalam doa sebelum memilih kedua belas Rasul secara definitif. Hal ini menandakan bahwa Yesus juga bergumul dengan siapa saja yang akan dijadikan rasulNya. Sebab, orang-orang itu tidak dipilih berdasarkan kualifikasi khusus, melainkan karena cinta. Kedua, Yesus menyembuhkan orang banyak dengan kuasa. Dengan berdoa, Yesus dirahmati dengan kuasa ilahi, misalnya menyembuhkan orang sakit dan mereka yang dirasuki Roh jahat. Demikianlah dua peristiwa ini hendak memperlihatkan kepasrahan Yesus terhadap BapaNya dalam doa. Doa membuat Yesus dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat serta memiliki daya yang mengubahkan.
Kisah seorang pastor yang menjadi bahagia dengan keputusannya dan Yesus yang dapat memilih kedua belas Rasul, bahkan dirahmati kuasa ilahi, mengungkapkan besarnya kekuatan sebuah doa. Doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan akan sangat besar kuasanya. Jangan pernah berhenti berdoa karena doa dapat mengubah segala sesuatu. Karena itu jangan lelah untuk berdoa. Mungkin Tuhan tidak menjawabnya dengan segera, namun ada saatnya nanti kita akan bersukacita melihat doa kita mendapat jawaban dariNya.
Hari ini kita juga merayakan Pesta St. Simon dan Yudas Rasul. St. Simon disebut “orang Zelot” (setia) karena ia amat taat kepada hukum Yahudi. Sedangkan St. Yudas yang disebut juga “Tadeus”, artinya si pemberani, dikenal sebagai santo pelindung untuk perkara yang sulit atau hampir tidak ada harapannya. Semoga lewat teladan mereka, kita dapat menjadi murid-murid Kristus yang setia terhadap segala ketetapanNya dan senantiasa mengandalkan Dia dalam setiap pergumulan hidup kita.
(Fr. Jessel Bastian Supit)
“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” (Luk. 6:12)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami selalu mengandalkan Engkau dalam segala hal. Amin.











