“BERSIHKAH HATIMU?”: Renungan, Selasa 17 Oktober 2023

0
903

Pw S. Ignatius dr Antiokhia, Usk (M)

Rm. 1:16-25 Mzm. 19:2-3,4-5;Luk. 11:37-41.

Yesus mengajarkan tentang hakikat orang yang beriman yaitu mempersembahkan kepada Allah hati yang bersih, bersih oleh karena cinta kasih  dan pengampunan, sehingga agama tidak hanya terpaku dan melulu urusan ritual keagamaan saja, melainkan juga apa yang kita rayakan dalam ritual keagamaan itu sungguh-sungguh bisa membantu kita untuk mempunyai hati yang bersih dan penuh rasa cinta kasih. Oleh karena itu dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menegur orang Farisi dengan mengatakan bahwa orang-orang Farisi membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan tetapi bagian dalam penuh rampasan dan kejahatan.

Apa yang hendak dimaksudkan dalam bacaan Injil hari ini? Memiliki etiket sopan santun yang baik adalah sesuatu yang luar biasa, Namun, jangan sampai kita melupakan hal yang paling mendasar di dalam kehidupan kita yaitu kebersihan dan kemurnian hati.

Sama halnya dengan Santo Ignatius dari Antiokhia yang kita peringati hari ini. Dengan kebersihan dan kemurnian hati dia akhirnya bisa dipilih oleh Tuhan menjadi Uskup dan juga menjadi martir dalam Gereja. Sudah barang tentu menjadi seorang uskup dan martir dalam Gereja bukanlah hal yang gampang, tetapi memerlukan perjuangan hidup yang betul-betul mencerminkan bahwa kita adalah wajah Allah. Dan St. Ignatius dari Antiokhia telah berhasil memperjuangkan hal itu.

Marilah kita berbuat sesuatu yang dapat mencerminkan bahwa kita adalah pengikut Kritus, sebagai ungkapan kasih dan bela rasa kita kepada sesama. Semakin kita banyak berbuat kasih, semakin banyak kita memikirkan yang baik dan melakukan yang baik. Maka, kita akan bisa memiliki hati dan pikiran yang bersih. Tindakan kasih bisa berupa perhatian, sapaan, kemauan untuk menghargai, memahami, dan membagikan sesuatu yang kita miliki. Dengan begitu, apa yang dimaksudkan oleh Yesus dalam bacaan injil hari ini amatlah jelas dan bisa menjadi pedoman di dalam kehidupan kita sebagai umat beriman, sehingga kita boleh dan mampu untuk menghidupi sebuah kehidupan yang jauh dari kepalsuan dan dosa.

 

(Fr. Steven Baradi)

“Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan  bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu” (Luk. 11:40-41).

Marilah berdoa:

Tuhan, bersihkanlah hati kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini