“BERIMAN SEPERTI MARIA”: Renungan, Sabtu 7 Oktober 2023

0
1548

Pw SP Maria, Ratu Rosario (P).

Kis. 1:12-14;MT Luk. 1:46-47.48-49.50-51.52-53.54-55; Luk. 1:26-38.

Dalam dunia dewasa ini, kita semua pasti pernah mengalami apa yang disebut sebagai krisis iman. Krisis iman merupakan suatu keadaan dimana kita kehilangan keyakinan atau iman, termasuk meragukan keberadaan Tuhan. Hari ini penginjil Lukas melukiskan keberimanan yang paling sempurna yang ditampilkan oleh  bunda Maria. Bunda Maria percaya bahwa “bagi Allah tidak ada yang mustail”. Bahkan tidak hanya sampai di situ, Maria dengan kebesaran hatinya menerima apa yang terjadi dalam dalam hidupnya “aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu”. Hal inilah yang membuat Gereja menghormati Maria sebagai tokoh iman yang paling murni. Itulah mengapa hari ini kita memperingati Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Tak dapat dipungkiri bahwa kita juga kadang seperti bunda Maria yang selalu mempertanyakan tentang sesuatu yang terjadi yang menimpa diri kita. Sering kita mendengar banyak serangan dari pihak luar yang berkata bahwa Orang Katolik melakukan penyembahan kepada patung dan salah satu kepada Bunda Maria. Hal inilah yang membuat keberimanan kita digoncang. Pertanyaannya, bagaimana kita menanggapinya?

Pertama, perlu ditegaskan sikap iman kita dewasa ini yang benar dan bijak bahwa orang Katolik bukan menyembah bunda Maria. Tetapi kita MENGHORMATI bunda Maria. Sikap menyembah dan menghormati itu berbeda! Menyembah berarti menyerahkan kepercayaan dan hidup seluruhnya kepada yang dituju. Menghormati berarti kita menghargai pribadi tersebut. Hal tersebut bukan tanpa alasan menghargai Maria lebih dari pada apa yang dapat kita lakukan. Kitab Suci mengatakan Maria adalah “Terpuji” (blessed) dan semua generasi akan memanggilnya “Terpuji” (Luk. 1 42-48). Umat Katolik menghargai, menghormati dan mencintai Maria karena Yesus menghargai, menghormati, dan mencintaiNya. Kita pun diminta untuk mencontohi dan mengikuti teladan Yesus.

Kedua, doa Rosario ditujukan untuk memuja Allah tanpa terputus atau terhenti. Kita berdoa dengan dan bersama Bunda Maria seperti dalam Mat. 6:10 dan 26:42 kita mengucapkan: “jadilah kehendak-Mu”. Doa Rosario adalah doa yang sangat biblis (berdasar pada Kitab Suci): “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, (Luk. 1:28), terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus…” (Luk. 1:42). Marilah kita belajar seperti bunda Maria yang selalu menyimpan semua perkara dalam hatinya dan merenungkannya; terlebih membiarkan Allah sendiri berkarya dalam hidupnya.

(Fr. Yosep Marjo Setiti)

“Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (Luk. 1:28)

Marilah berdoa:

            Ya Yesus, buatlah kami untuk senantiasa meneladani BundaMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini