“RENDAH HATI”: Senin, 4 September 2023

0
1179

Hari Biasa (H)

1 Tes. 4:13-17a; Mzm 96:1,3,4-5,11-12,13; Luk. 4:16-30.

Identitas kita dapat memengaruhi tindakan orang lain kepada kita. Orang yang lahir dari keluarga kelas atas (keturunan kerajaan, pejabat, pengusaha kaya) biasanya dihormati dan disegani oleh orang lain karena statusnya. Sebaliknya, orang yang berasal dari keluarga kelas menengah ke bawah (tukang, buruh, pengemis) biasanya dipandang rendah dan biasa jadi diperlakukan tidak adil.

Bacaan Injil hari ini memperlihatkan kepada kita bahwa Yesus tidak dihargai bahkan ditolak di kampung halamanNya sendiri. Kendati Yesus banyak melakukan tindakan kebaikan dan kebenaran yang seharusnya membuat mereka percaya dan menjadi teladan, justru ditolak. Sebaliknya mereka menyangkal dan berusaha mencari kesalahan Yesus. Sebenarnya di balik itu semua, mereka percaya dan sadar bahwa apa yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus adalah sungguh baik dan benar, bahkan itu bisa membuat mereka takjub. Tetapi karena kesombongan dan iri hati justru membuat mereka tidak menerima Yesus. Mereka iri bahwa Yesus yang berasal dari keluarga sederhana (ayahNya seorang tukang kayu) bisa melampaui kemampuan mereka. Mereka merasa aneh melihat Yesus menjadi populer karena mampu mengajar dan berkhotbah bahkan melakukan mukjizat yang luar biasa. Penolakan mereka kepada Yesus tidak membuat Yesus putus asa dan membenci mereka. Yesus justru tidak takut sama sekali dan tetap melaksanakan pengajaranNya dan karya-karya yang luar biasa agar banyak menjadi percaya dan selamat.

Dalam hidup kenyataan yang sama pun sering terjadi. Kita menolak Yesus yang setiap saat hadir bersama kita. Kita sering iri kepadaNya melalui sesama ketika melihat mereka sukses. Kita tidak menyadari bahwa Yesus ada di dalam mereka. Kita sering menolak nasihat atau teguranNya melalui orang lain ketika kita salah. Kita sering menyia-nyiakan Yesus yang mau menyapa kita di dalam doa-doa. Kita justru sering menjadi orang yang dibutakan oleh kesombongan pribadi yang mengakibatkan kita menjadi orang yang dipenuhi dengan iri hati dan dengki. Hari ini Yesus mengajarkan kepada kita untuk membuka mata dan hati kita kepada-Nya, bahwa kita harus menjadi pribadi yang dapat menyebarkan cinta kasih Yesus kepada sesama. Hal itu dapat terwujud apabila kita memiliki: hati yang terbuka kepada Yesus untuk menerima-Nya, iman yang utuh untuk percaya kepada-Nya, kesetiaan terhadap segala kehendak dan perintahNya dan yang terutama ialah menjadi rendah hati sama seperti Dia.

(Fr. Juliano D.R Watu)

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya” (Luk 4:24)

Marilah Berdoa:

Ya Yesus, bantulah aku untuk selalu setia kepadaMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini