Pw S. Klara, Prw (P).
Ul. 4:32-40; Mzm. 77:12-13,14-15,16,21; Mat. 16:24-28;
Pada hari ini Gereja Katolik merayakan peringatan wajib Santa Klara. Ia adalah seorang pengikut Tuhan Yesus yang setia sampai akhir hidupnya. Ia memberikan cinta dan ketaatan-Nya hanya kepada Yesus. Ketaatan Santa Klara teruji ketika pasukan musuh menyerang tempat biaranya. Dengan iman yang teguh, ia mengambil monstrans dan mengangkatnya serta berdoa bersama para biarawati lain. Pasukan musuh yang melihat tindakan tersebut pada akhirnya mundur dan meninggalkan mereka. Santa Klara beserta semua biarawati lainnya pun akhirnya selamat. Santa Klara mengajarkan kita untuk tetap setia kepada Tuhan dalam keadaan apapun. Keadaan untung dan malang, sedih dan susah tidak boleh menjadi penghalang akan kesetiaan kita kepada Tuhan. Justru melalui pengalaman sedih dan bahkan berbahaya, iman kita sedang diuji oleh Tuhan. Hal ini pun seturut dengan nasihat Yesus dalam Injil untuk menjadi pengikut yang taat dan setia.
Bacaan pertama menegaskan tentang ketaatan dan kepercayaan kita kepada Tuhan yang akan membawa berkat bagi kita. Allah telah memilih Israel dari antara bangsa-bangsa lain menjadi milik-Nya dan mengacungkan tangan-Nya yang kuat demi membantu Israel. Atas perbuatan-Nya itu, hanya satu yang Allah minta yaitu berpegang pada ketetapan dan perintah-Nya. Allah tidak menuntut banyak dari kita. Allah hanya meminta kesetiaan dan ketaatan kita kepada-Nya. Hanya dengan berlaku demikian maka kita akan menerima berkat.
Ketaatan dan kesetiaan menjadi pengikut Tuhan pun dipertegas dalam Injil. Dalam Injil Yesus bersabda “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku…” Yesus hendak memberitahukan kepada kita semua bahwa taat kepada-Nya adalah mutlak bahkan kita harus menyangkal diri dan memikul salib. Lantas, apakah Yesus senang melihat kita menderita? Tidak. Ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan dilihat dari pengalaman sengsara dan derita. Jika dalam kesengsaraan dan penderitaan kita tetap berpegang teguh pada perintah Tuhan, maka kita melihat keselamatan seperti Santa Klara.
Menjadi pengikut Tuhan tidaklah mudah. Ada banyak tantangan dan rintangan. Yesus pun telah menegaskan syarat untuk mengikutiNya yang terlihat tidak mudah. Tetapi, ketaatan dan kesetiaan menjalankan sabda Tuhan dapat menjadi pedoman dan pegangan hidup kita. Ketaatan dan kesetiaan mengikuti jalan Tuhan pada akhirnya akan menghasilkan buah kehidupan yang manis, seperti Santa Klara yang tidak gentar dalam menghadapi kesulitan hidupnya sebagai pengikut Tuhan.
(Fr. Jefrin Kristanto Wuda)
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat. 16:24)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, kami mohon utuslah Roh Kudus-Mu kepada kami agar daripada-Nya kami diajarkan untuk taat dan setia kepada Tuhan. Amin.











