“MARIA, KAU ISTIMEWA” : Renungan, Minggu 13 Agustus  2023

0
1521

HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE SURGA (P).

Why. 11:19a;12:1-6a,10ab; Mzm. 45:10c-12,16; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56.

Paus Pius XII pada tanggal 1 November 1950 mempromulgasikan Dogma Maria diangkat ke Surga, dan pada hari ini Gereja merayakan apa yang telah dipromulgasikan itu. Gereja Katolik dengan penuh iman, percaya bahwa Santa Perawan Maria memiliki keistimewaan. Berkat rahmat dari Allah, Maria dikandung tak bercela dan dibebaskan dari noda dosa. Secara istimewa Maria diangkat ke surga, jiwa dan raganya.

Keistimewaan Maria dilukiskan dalam Injil hari ini. Keistimewaannya nampak dari reaksi anak yang ada dalam rahim Elisabet, yang melonjak kegirangan ketika mendengar salam Maria. Tidak hanya anak yang ada dalam rahimnya, Elisabet sendiri merasakan dampak dari keistimewaan Maria. Ketika mendengar salam Maria, Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Keistimewaan Maria semakin dipertegas lewat kata-kata Elisabet: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” Kunjungan Maria sungguh membawa kegembiraan bagi Elisabet saudarinya dan juga anak yang ada dalam rahimnya.

Injil hari ini mau memperlihatkan kepada kita, bahwa keistimewaan yang Maria terima tidak hanya dinikmati olehnya seorang diri. Maria mau berbagi suka cita kepada sesama. Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga pun bukan sekadar perayaan biasa, tetapi mau menunjukkan belas kasih Allah yang boleh kita rasakan lewat perantaraan Maria. Belas kasih Allah yang senantiasa mengarahkan hidup kita kepada kehidupan surgawi. Banyak sekali hal baik yang dapat kita peroleh berkat perantaraan Maria. Ketaatannya kepada kehendak Allah, menjadi teladan bagi kita untuk semakin beriman kepada Allah. Berkat doa-doa yang kita panjatkan bersama dengan Maria membuat kita semakin dekat dengan Allah. Semoga lewat Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga, jiwa dan raganya, kita juga dapat membagi suka cita kepada sesama lewat perbuatan-perbuatan baik kita. Semoga sama seperti Maria yang dipersatukan dengan Allah dalam Kerajaan Surga, kita pun kelak dapat bersama-sama berbahagia dalam Kerajaan Surga.

(Fr. Valentino Pandelaki)

“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk. 1:43)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga seperti Maria yang Kau angkat ke surga, kami pun dapat kau perkenankan berbahagia dalam KerajaanMu . Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini