Hari Biasa (H).
Rut. 1:13-6,14b-16,22; Mzm. 146:5-6,7,8-9a,9bc-10; Mat. 22:34-40
Yesus berhadapan dengan seorang ahli Taurat yang mencoba mengujiNya dengan sebuah pertanyaan: “Guru, hukum yang manakah yang terutama dalam Taurat?” Dengan bijak Yesus menjawab, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Dan lagi Yesus melanjutkan: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Yesus mengajarkan bahwa kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama adalah hal yang penting dalam hidup. Kasih merupakan inti dari seluruh hukum dan perintah Allah.
Pertama-tama, kasih kepada Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi kita menunjukkan penghormatan dan kepatuhan kita kepadaNya. Kasih kepada Allah tidak hanya berarti mengucapkan kata-kata atau melaksanakan ritus keagamaan, tetapi memiliki hubungan pribadi yang dalam denganNya. Kasih kepada Allah mendorong kita untuk hidup sesuai dengan kehendakNya, mencariNya dalam doa dan pelayanan, dan memprioritaskanNya dalam segala hal. Kedua, kasih kepada sesama manusia sama pentingnya. Yesus mengatakan bahwa kasih kepada sesama manusia harus sama seperti kasih terhadap diri sendiri. Ketika kita melihat sesama manusia sebagai saudara dan saudari dalam Tuhan, kita akan mampu melampaui perbedaan dan membangun hubungan yang memperkuat dan memuliakan satu sama lain. Orang yang hidupnya terarah pada kasih Tuhan tidaklah setengah-setengah. Belajar dari Rut yang dengan sepenuh jiwa dan raga mau menyerahkan dirinya untuk mengikuti Allah. Inilah salah satu bentuk kasih yang nyata ditunjukkan Rut.
Apakah kita mengasihi Allah dengan sepenuh hati, jiwa, dan akal budi kita? Apakah kita mengembangkan hubungan yang erat dengan-Nya melalui doa, firman-Nya, dan pelayanan? Selain itu, apakah kasih kita kepada sesama manusia mencerminkan kasih yang kita miliki untuk diri sendiri? Apakah kita siap memberikan belas kasihan, pengampunan, dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan? Ketika kita hidup dalam kasih seperti yang diajarkan oleh Yesus, kita membawa damai, kebaikan, dan pengharapan kepada dunia. Kasih adalah jalan yang membawa transformasi dan keselamatan bagi dunia.
(Fr. Romi Lermatan)
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (Mat. 22:37)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami semakin mampu untuk mengasihi Engkau dan sesama kami. Amin.











