“IMAN DAN CINTA”: Renungan, Sabtu  12 Agustus 2023

0
1001

Hari biasa (H).

Ul.6:4-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab; Mat. 17:14-20.

Setiap Orang menginginkan agar hidupnya berjalan baik-baik saja. Ketika menghadapi tantangan dan rintangan, setiap orang berharap agar dapat melewatinya dengan mudah dan selamat. Tetapi terkadang kita mengalami kegagalan dalam menghadapi tantangan hidup. Kita pun akhirnya merasa putus asa dan semua upaya rasanya sia-sia belaka. Menghadapi situasi yang demikian, kita perlu bangkit dari keterpurukan dan kegagalan. Berdiam diri tanpa bertindak tidak akan menghasilkan perubahan. Hari ini, Tuhan mengingatkan kita untuk memiliki sikap yang tepat dalam hidup ini.

Kitab Ulangan mengajak kita untuk memiliki sikap yang tepat dalam berhubungan dengan Allah dan juga manusia. Kita diingatkan untuk memiliki kasih: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu”. Perintah Tuhan ini mau mengajak kita untuk membangun dan mempererat relasi kita yang didasarkan pada tindakan cinta tulus. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan berarti memberikan yang terbaik dari diri kita, hidup kita kepada Allah dan juga kepada sesama.

Bacaan Injil hari ini menegaskan bahwa cinta kasih menjadi dasar dari mukjizat Yesus. Tetapi, dibutuhkan iman kepercayaan kepada orang yang berharap akan mukjizat dari Yesus. Tindakan orang tua pada Injil hari ini merupakan tindakan kasih kepada anaknya, meskipun para murid tidak berhasil menyembuhkannya. Pada akhirnya, Yesus menjadi puncak pemenuhan dari kasih itu: Yesus berhasil menyembuhkan anak tersebut. Yesus pun memberikan komentar bahwa mereka tidak mempunyai iman untuk menyembuhkan anak tersebut. Di sini kita semua diingatkan akan hal yang sangat penting yakni kekuatan dari iman yang kita miliki. Meskipun iman yang kita miliki sangatlah kecil seperti biji sesawi tetapi jika kita sungguh-sungguh beriman dan percaya dengan sungguh-sungguh dan semuanya itu berasal dari dalam hati maka yakin dan percaya bahwa semuanya akan mungkin.

Kehidupan yang sempurna merupakan tujuan semua orang. Tetapi perjalanan menuju kesempurnaan tidaklah mudah. Bacaan hari ini mengingatkan kita akan hal tersebut. Seringkali kegagalan yang kita alami terjadi Karena kurangnya kepercayaan atau iman kepada Allah. Iman kita kering dan hilang karena berbagai hal duniawi. Lebih dari itu, dibutuhkan sikap untuk menumbuhkan iman kita yaitu cinta kasih. Sikap cinta kepada Allah dan sesama dapat menumbuhkan iman kita, memperkaya dan mengembangkan iman kita.  Iman yang kuat merupakan bekal bagi kehidupan ini.

(Fr. Vinsensius Raga)

 “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah” (Mat. 17:20)

Marilah Berdoa:

Tuhan yang Maha kasih, mampukanlah kami untuk selalu mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini