“BERSIAP SEDIALAH”, Renungan: Jumat, 1 September 2023

0
1781

Hari Biasa (H)

1Tes. 4: 1-8; Mzm. 97: 1-2b, 5-6, 10, 11-12; Mat. 25: 1-13.

Dan mereka yang telah siap-sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin”. Banyak persiapan akan dilakukan orang ketika menyambut seorang tamu penting baik dalam sebuah acara ataupun pertemuan lainnya. Namun semuanya dapat berjalan dengan baik apabila segala sesuatu telah dipersiapkan, misalnya: waktu, tempat, pakaian, makanan, susunan acara, dll. Pertanyaannya, bagaimana jika dalam suatu kegiatan atau acara tidak ada waktu yang pasti? Bagaimana kita memersiapkan hal tersebut?

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh. Kisah ini memberikan contoh bagaimana cara kita bersikap saat menantikan “sang mempelai” yaitu Yesus sendiri. Persiapan yang mereka lakukan adalah membawa pelita, tetapi pelita itu dapat menyala jika menggunakan minyak. Gadis yang bijaksana membawa pelita lengkap dengan minyak yang terisi di pundi-pundi mereka, hal ini itu bertujuan supaya pelita mereka terus menyala dan dapat menyongsong sang mempelai. Sedangkan gadis-gadis yang bodoh hanya membawa pelita tanpa minyak. Bagaimana pelita dapat menyala jika tidak memiliki minyak? Tentu saja hal itu pun hendak membuat mereka tidak dapat menyongsong sang mempelai. Sebab, tanpa pelita yang terisi minyak, mereka hanya akan berjalan dalam kegelapan.

Ketika merefleksikan bacaan ini, manakah yang hendak kita pilih? Menjadi gadis-gadis yang bijaksana atau menjadi gadis-gadis yang bodoh? Tentunya kita semua pasti memilih menjadi gadis yang bijaksana. Menjadi gadis yang bijaksana berarti kita harus sersiap sedia, artinya menyiapkan diri kita untuk menyambut Tuhan. Waktu mengenai kedatangan Tuhan memang tidak dapat kita ketahui secara pasti, namun kedatangan Tuhan adalah sesuatu yang pasti bagi kita. Bagaimana kesiapsediaan kita mencontohi gadis yang bijaksana? Pertama, membawa pelita. Pelita berarti membawa terang, baik terang bagi diri kita maupun terang bagi orang lain. Dengan terang ini kita bisa melihat apa yang ada di sekitar kita. Selain pelita, ada juga minyak yang tak kalah pentingnya. Pelita yang terang ternyata dibantu oleh minyak, karena itu sebagai orang bijaksana maka kita harus membawa minyak agar pelita yang kita bawa tetap terus bernyala dan tidak padam.

Orang yang siap sedia adalah mereka yang selalu penuh dengan persiapan. Menjadi orang bijaksana pun adalah suatu keutamaan yang senantiasa diusahakan dan dipersiapkan. Berjaga-jagalah selalu sebab ketika waktu Tuhan tiba kita pun sudah harus dalam keadaan siap untuk menyambutNya. Maka dari itu, janganlah terang kebaikan yang kita miliki menjadi redup, bahkan padam. Buatlah nyala itu bercahaya terus sehingga menjadi suluh langkah yang menerangi diri dan sesama kita. Dengan demikian, kita pun hendak menghantar semua orang  kepada Kristus, Sang mempelai sejati yang senantiasa dinanti-nantikan.

(Fr. Panji Dianomo)

“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kami tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat. 25:13)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami bisa menjadi bijaksana dan menjadi pelita yang terus bernyala. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini