“PRIBADI YANG BIJAKSANA”: Renungan, Minggu 30 Juli 2023

0
1907

Hari Minggu Biasa XVII (H)

1Raj 3:5.7-12; Mzm. 119:67.72.76-77.127-128.129-130; Rm. 8:28-30; Mat. 13:44-52

Manusia diciptakan untuk memuji dan memuliakan Allah, oleh karena itu manusia harus mengasihi Allah dan mencintai hukum-Nya. Mereka yang menunjukkan kasih-Nya kepada Allah, akan menerima berkat dan rahmat seperti yang dialami oleh Raja Salomo di mana dalam bacaan pertama dikisahkan bahwa Tuhan menampakkan diri dan berkata “Mintalah apa yang kauharapkan dari pada-Ku”. Raja Salomo dalam perjumpaannya dengan Allah dalam mimpi tersebut memohon karunia kebijaksanaan, ia tidak meminta usia yang panjang, kekayaan dan kemuliaan pribadi. Yang ia minta adalah kebijaksanaan untuk memimpin bangsa Israel dan hal tersebut dikabulkan oleh Allah, sehingga sebelum Raja Salomo, tidak ada yang sepertinya dan sesudah Raja Salomo tak akan bangkit seorang yang seperti dia itulah janji Allah, karena apa yang raja Salomo minta untuk kepentingan pelayanan yakni kebijaksanaan dalam memimpin bangsa Israel.

Orang yang bijaksana adalah mereka yang senantiasa mencari dan ketika menemukannya mereka akan berusaha untuk mendapatkannya, meskipun harus melepaskan apapun yang ia milik. Hal ini yang dikisahkan dalam Injil, dimana diumpamakan Kerajaan Surga itu seperti orang yang menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang yang di dalamnya memiliki harta yang terpendam, seorang pedagang yang membeli mutiara yang berharga atau mereka yang duduk dan memilih ikan-ikan yang baik ke dalam pasu. Ketiga perumpamaan ini oleh Yesus mau menegaskan bahwa pribadi yang bijaksana, ialah mereka yang tahu mana yang berharga.

Kisah Raja Salomo, dan perumpamaan Yesus kepada para murid, mau mengajak kepada kita semua agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, sehingga apapun yang kita pikirkan, perbincangkan dan perbuat menunjukkan bahwa kita adalah orang yang bijaksana, karena sesungguhnya kita diciptakan serupa dengan Allah. Oleh karena itu bersama pemazmur kita dapat berkata “Peringatan-peringatanMu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya”. Agar supaya, kelak kita menjadi pribadi yang bijaksana yang mampu mempertanggungjawabkan segala hal yang kita lakukan di hadapan Allah dengan penuh kegembiraan dan sukacita, karena sampai saat Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Orang-orang yang mengasihi Allah, dipanggil oleh Allah dan yang dipanggilNya akan dibenarkanNya serta dimuliakanNya.

(Fr. Gregorius Legi)

“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Rm. 8:28b)

Marilah Berdoa:

Allah yang mahakuasa, anugerahilah kami kebijaksanaan dalam menjalani hidup sehari-hari. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini