“MENGEJAR MAHKOTA KEHIDUPAN”: Renungan, Selasa 25 Juli 2023

0
1096

Pesta St. Yakobus, Rasul (M)

2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2c-3,4-5,6; Mat. 20:20-28.

Tak dapat dipungkiri bahwa ada sebagian orang yang sangat suka menjadi seorang pemimpin karena ingin mendapat tempat terhormat. Orang-orang tersebut menggunakan berbagai cara agar bisa mencapai keinginan tersebut. Kadang kala cara yang digunakan juga adalah yang berlawanan dengan aturan yang berlaku bahkan membatasi hak seseorang untuk memilih. Tetapi, mereka lupa akan hakikat dari seorang pemimpin. Menjadi pemimpin adalah juga serentak memiliki tanggung jawab untuk menjadi seorang pelayan bagi banyak orang. Sebagian orang hanya membayangkan saja pujian dan hormat serta sanjungan dari orang lain, tetapi tidak sampai pada titik pemahaman dibalik segala kehormatan yang diterima atau dibalik segala kemanisan yang nampak semata.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang ibu dari Rasul Yakobus dan Yohanes yang meminta agar kedua anaknya mendapat tempat terhormat bersama Yesus dalam Kerajaan Surga. Ibu kedua Rasul ini hanya membayangkan kedua anaknya akan mendapat kehormatan bersama Yesus, tetapi tidak memikirkan tanggung jawab besar dari anak-anaknya sebagai Rasul dari Yesus yang harus rela berkorban bahkan kehilangan nyawa mereka agar layak mendapat mahkota kehidupan dalam Kerajaan Surga. Untuk meluruskan permintaan sang ibu dari kedua Rasul tersebut, Yesus memberikan sebuah gambaran bagaimana untuk dapat memperoleh tempat yang layak itu tidak semudah seperti yang dibayangkannya melainkan butuh perjuangan dan pengorbanan. Rasul Yakobus yang kita pestakan hari ini adalah salah satu Rasul Yesus yang telah tahu dan mau untuk menjalankan tugas pelayanan di tengah umat bahkan siap untuk berkorban demi kesetiaannya kepada Yesus.

Kita sebagai manusia sering jatuh dalam kecenderungan berlomba-lomba untuk mendapat tempat terhormat tanpa menyadari bahwa ada tanggung jawab yang besar dibalik gelar pemimpin itu. Bacaan Injil hari ini ingin menegaskan kepada kita bahwa untuk layak mendapat tempat terhormat seperti Yesus, kita hendaknya terus berusaha fokus pada tugas dan tanggung jawab kita sebagai rasul dan pemimpin yang melayani banyak orang. Karena jika kita berhasil dan setia dalam tugas tersebut, maka tanpa kita minta pun, Tuhan telah menyediakan tempat untuk kita dalam kerajaanNya.

            (Fr. Bosco Pontoh)

Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat 20:28)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, Bantulah kami supaya kami tetap setia dengan tugas kami, Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini