Hari Biasa (H)
Kej. 27:1-5, 15-29; Mzm. 135:1-2-3-4-5-6; Mat. 9:14-17.
Ada banyak alasan sehingga orang melakukan puasa. Ada orang yang berpuasa dengan alasan untuk menurunkan berat badan. Selain itu, ada juga orang yang berpuasa dengan alasan menjalankan apa yang diajarkan oleh agama. Tidak jarang ditemukan bahwa pemaknaan puasa itu dimengerti hanya sebatas menahan lapar dan dahaga dalam jangka waktu tertentu serta hanya sebagai pemenuhan apa yang telah diwajibkan oleh agama.
Dalam Injil hari ini, dikisahkan bagaimana murid-murid Yohanes yang bertanya kepada Yesus perihal murid-muridNya yang tidak berpuasa; “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-muridMu tidak?” Pertanyaan ini yang ditujukan oleh murid-murid Yohanes kepada Yesus didasarkan pada kebiasaan mereka untuk berpuasa. Pertanyaan mereka ini ditanggapi oleh Yesus dengan memberikan sebuah perumpamaan; “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Yesus pertama-tama tidak mempersalahkan puasa itu sendiri. Tanggapan Yesus ini hendak menunjukkan bahwa berpuasa bukan soal menjalankan kewajiban keagamaan atau bahkan supaya untuk dilihat orang. Yang terpenting adalah kebersatuan dengan Tuhan. Demikianlah apa yang terjadi dengan murid-murid Yesus. Mereka telah menganggapi panggilan Tuhan dan tinggal bersama denganNya.
Puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga saja atau sekedar menjalankan kewajiban agama. Puasa adalah jalan bagi kita untuk semakin dekat dengan Tuhan. Kita dapat mengenal Tuhan dengan berpuasa dan memperoleh keselamatan daripadaNya. Terkadang kita merasa bahwa berpuasa itu sangatlah sukar karena harus menahan lapar dan haus. Namun itulah jalan yang dapat kita tempuh untuk semakin bersatu dengan Tuhan. Puasa bukan membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Puasa akan kehilangan maknanya jika dilakukan dengan motivasi supaya dilihat oleh orang bahwa kita sedang menjalankan kewajiban agama. Puasa juga akan kehilangan maknanya jika tidak disertai dengan doa dan perbuatan kasih. Puasa orang Kristen bukanlah untuk tujuan diet atau mengurangi berat badan, tetapi puasa orang Kristen adalah demi keselamatan.
(Fr. Mikael George Bekor)
“Jawab Yesus kepada mereka: Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berduka cita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Mat.9:15)
Marilah Berdoa:
Tuhan, ajarlah kami supaya mampu mendekatkan diri padaMu dengan segenap hati. Amin.











