“JALAN PENYEMBUHAN”: Renungan, Senin 10 Juli 2023

0
1002

Hari Biasa (H)

Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2.3-4.14-15ab; Mat. 9:18-26

Tak jarang ditemukan, orang sakit berupaya sedemikian rupa agar sakitnya dapat disembuhkan. Semua cara yang dilakukannya didorong oleh keyakinan bahwa usaha itu dapat membuahkan hasil, yakni kesembuhan. Obat-obatan yang dikonsumsi dan perawatan yang dijalani diyakini dapat memulihkan keadaannya. Sebaliknya, orang yang tanpa keyakinan akan sembuh akan membiarkan dirinya sakit tanpa ada usaha penyembuhan.

Injil hari ini juga berbicara tentang keyakinan yang membawa penyembuhan. Yesus yang hendak pergi ke rumah anak kepala rumah ibadat bertemu dengan seorang perempuan yang sakit pendaharan. Sakit yang diderita oleh perempuan itu selama dua belas tahun pada akhirnya dapat disembuhkan berkat imannya akan Yesus; “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.” Yesus mengetahui apa yang dikatakan oleh perempuan itu di dalam hatinya. Tidak sampai di situ, berkat iman seorang kepala rumah ibadat akan Yesus membuat anaknya yang tadinya dikatakan telah mati dapat bangun kembali. Tindakan perempuan yang sakit pendaharan dan kepala rumah ibadat adalah bukti bahwa iman akan Yesus sungguh menyelamatkan. Yang sakit dapat disembuhkan dan bahkan yang mati dapat dihidupkan kembali. Iman mereka terwujud lewat tindakan mereka yang mau datang kepada Yesus.

Tantangan tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Orang yang hidupnya berkelimpahan pun tetap dapat berjumpa dengan tantangan hidup. Tantangan yang datang itu terkadang membuat manusia jatuh dalam keputusasaan. Tantangan hidup yang berat juga dapat membuat orang jatuh ke dalam dosa. Injil hari ini senantiasa memberikan peneguhan iman kepada kita semua. Seberapa berat penderitaan yang kita hadapi, akan diselamatkan berkat iman kita akan Yesus. Iman akan Yesus menjadi kunci yang dapat membawa kita pada jalan penyembuhan. Iman itu bukan hanya sekedar kata-kata tetapi perlu diwujudnyatakan lewat tindakan. Sama seperti yang ditunjukkan oleh dua orang dalam Injil yang karena iman, mereka mau datang kepada Yesus. Beriman kepada Yesus dan mau datang kepadaNya berarti berani untuk berbuat baik dan berusaha untuk tidak berbuat dosa. Demikian jalan penyembuhan akan tersedia terbuka, yakni jalan kepada keselamatan sejati.

(Fr. Novenri Sailang)

“Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: Tegukanlah hatimu, hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Mat. 9:22)

Marilah berdoa

Ya Tuhan, tegukanlah iman kami akan Dikau dan semoga jalan kepada keselamatan tersedia bagi kami yang percaya kepadaMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini