“DUNIA CINTA KASIH”: Renungan, Kamis, 6 Juli 2023

0
1070

Hari biasa (H)

Kej. 22:1-19; Mzm. 116:1-2, 3-4,5-6,8-9; Mat. 9:1-8.

Dunia yang dipenuhi cinta kasih merupakan dunia yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Di tengah pertikaian, permusuhan dan peperangan, banyak orang yang mengharapkan perdamaian. Saat orang lain bergembira, berada dalam kelimpahan dan kemewahan, banyak orang yang sementara kelaparan dan tidak memiliki tempat tinggal. Tak jarang kita sendiri mengabaikan mereka yang sakit dan menderita. Budaya gengsi membuat orang lebih mementingkan diri sendiri daripada memperhatikan orang lain. Secara tidak sadar kita melawan perintah Tuhan untuk saling mengasihi karena tidak peduli dengan mereka yang menderita.

Yesus mengajarkan untuk saling mengasihi sesama. Orang lumpuh yang datang kepada Yesus mengharapkan kesembuhan dari kelumpuhan yang ia derita, dan itulah yang terjadi. Semula ia menderita karena tidak bisa beraktivitas dengan normal, namun kini ia bisa bergembira. Dari peristiwa itu Yesus memberikan contoh pada kita untuk menaruh perhatian pada orang-orang di sekitar yang membutuhkan pertolongan. Yesus mengharapkan agar supaya dalam hati kita tertanam rasa cinta kasih serta tidak menutup mata hati kepada orang-orang yang menderita. Berbanding terbalik dengan apa yang ditunjukkan oleh para ahli taurat. Mereka justru memberikan respon penolakan dan permusuhan karena yang ada di hati mereka hanyalah pertentangan dan di pikiran mereka hanyalah kejahatan. Itulah sebabnya hati mereka tidak terbuka untuk melaksanakan perbuatan baik karena pikiran jahat yang melingkupi mereka.

Manusia sering jatuh dalam sikap yang hanya mementingkan gengsi, kemewahan, kelimpahan, dan sikap egois yang membuat diri dikuasai dengan pikiran jahat. Manusia sering tidak peduli dengan sesama di sekitar yang menderita, dan diasingkan masyarakat, bahkan secara tidak sadar membuat orang lain semakin menderita. Manusia lupa akan hukum kasih sebagai hukum utama dan terutama. Yesus adalah contoh dan teladan bagi setiap manusia dalam bertindak. Yesus dalam injil hari ini mengajak setiap manusia untuk menumbuhkan sikap kasih di dalam hati. Kasih itu dapat terwujud lewat relasi kita dengan sesama, terlebih kepedulian kita kepada mereka yang menderita. Dengan demikian, dunia yang diharapkan oleh banyak orang, yakni dunia yang dipenuhi cinta kasih dapat tercipta.

(Fr. Marselino Porajow)

“…Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah ia kepada orang lumpuh itu: percayalah hai anak-Ku dosamu sudah diampuni” (Mat 9:2)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, Bantulah kami untuk semakin mampu mengasihi sesama sebagaimana yang Engkau harapkan kepada kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini